Oleh: BOBBY CHANDRA
TEMPO Interaktif, London: Cinta monyet atau cinta pada pandangan pertama memang berjuta rasanya. Tapi satu penelitian terbaru menyebutkan bila ingin mendapatkan kebahagiaan di kelak kemudian hari, lebih baik menghindari cinta monyet sama sekali.
Kesimpulan itu terdapat dalam buku bertajuk Changing Relationships, kumpulan tulisan penelitian baru dari para pakar sosiologi terkemuka Inggris yang disunting Malcolm Brynin, peneliti di Institut untuk Penelitian Sosial dan Ekonomi di University of Essex, Inggris.
Brynin menemukan kegembiraan cinta pertama dapat merusakkan hubungan masa depan. “Menakjubkan, tampaknya rahasia mencapai kegembiraan dalam hubungan adalah dengan mengelak dari cinta pertama yang terlalu asyik,” kata Brynin seperti yang dipetik dari Guardian.co.uk, Sabtu (18/1) silam.
Saat meneliti komponen bagi hubungan cinta jangka panjang yang berhasil, Brynin menemukan keasyikan cinta pertama dapat memunculkan hal-hal yang tak realistis.
“Jika anda berada dalam cinta pertama penuh keasyikan dan membenarkan perasaan itu menjadi tanda hubungan yang dinamis, kemudian saat cinta itu sudah tidak dapat dielakkan, hubungan cinta masa depan yang lebih dewasa menjadi membosankan dan mengecewakan,” ucap dia.
Orang dewasa dalam hubungan cinta jangka panjang yang berhasil adalah mereka yang bersabar dan mengambil pandangan pragmatis mengenai hal yang diperlukan dari satu hubungan.
Katanya, masalah bermula bila seseorang itu bukan saja coba mendapatkan apa yang diperlukan bagi hubungan lebih matang tetapi juga berusaha mengekalkan kenyamanan dan keasyikan yang diperoleh dari cinta monyet.
“Kesimpulannya jelas: jika anda dapat melindungi diri dari keasyikan dalam hubungan pertama, Anda akan lebih bahagia dalam cinta selanjutnya,” tutur Brynin.
Pandangan Brynin didukung oleh pengamat psikologi sosial di University of Central Lancashire, Dr Gayle Brewer, yang mengatakan: “Jika Anda membandingkan hubungan dewasa dengan cinta monyet, Anda menggunakan pertanda tunggal, yaitu keasyikan dan keintiman yang tidak realistis.”
Sumber: Tempointeraktif.com, Selasa, 20 Januari 2009

Bob…mau tau rasanya cinta ? nikah dulu deh…..baru kerasa….pahitnya, manisnya, pengorbanannya plus kesabaran kita….dan sangat menyenangkan lho mengarungi samudra cinta yang penuh gelombang…Mau…….????ayo lulus cepet…..ibu tunggu undangannya
ayo, bob…
dah dikomporin bu heni tuh…
belum meleduk kang…hehe…kayak lagunya binyamin…Kompor “meleduk”
lha, kalau pas proses bukannya pandangan pertama tuh akh?
Kalau kata anis matta mah, kecewa adalah harapan tidak sesuai dengan kenyataan.
Pragatisme kayaknya sich…punten, belum praktisi…masih komentator…hehe
jadi ini yang minta dilihat k ??
hehehehe,,,
sip2,,menarik,,
oiya,,dah disemangati tuh k,,jadi undangannya?
hmm..
tak men la cinta monyet!!!!!!!!!!!!
gud nice story