<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bobby "mavericks" Rahman</title>
	<atom:link href="http://bobby86.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bobby86.wordpress.com</link>
	<description>Terbang Bersama ke Dunia yang Lebih Baik</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Dec 2009 17:55:41 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bobby86.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/78433e14794b1be8c624e3e6a4376531?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bobby "mavericks" Rahman</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bobby86.wordpress.com/osd.xml" title="Bobby &#8220;mavericks&#8221; Rahman" />
		<item>
		<title>SELALU ADA YANG LEBIH INDAH</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/12/22/selalu-ada-yang-lebih-indah/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/12/22/selalu-ada-yang-lebih-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 17:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[asing]]></category>
		<category><![CDATA[asrama]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[indah]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[rumput]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Bagi kita, istilah atau pepatah &#8220;Rumput tetangga selalu lebih indah&#8221; mungkin tidak asing lagi sering kita dengar. Atau paling tidak maknanya cukup dekat dengan pikiran kita.
Banyak kejadian dalam hidup ini yang dengan tepat digambarkan oleh pepatah tersebut. Bahkan hukum ekonomi klasik telah memperjelas dasar dari esensi pepatah tersebut, keinginan manusia yang tidak terbatas alias tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=197&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagi kita, istilah atau pepatah &#8220;Rumput tetangga selalu lebih indah&#8221; mungkin tidak asing lagi sering kita dengar. Atau paling tidak maknanya cukup dekat dengan pikiran kita.</p>
<p>Banyak kejadian dalam hidup ini yang dengan tepat digambarkan oleh pepatah tersebut. Bahkan hukum ekonomi klasik telah memperjelas dasar dari esensi pepatah tersebut, keinginan manusia yang tidak terbatas alias tidak pernah puas.</p>
<p><span id="more-197"></span></p>
<p>Potongan kisah ini merupakan kejadian ketika sosialisasi calon penghuni baru bumi ganesha ITB. Tiap tahun, asrama BG mengkader calon-calon penghuni yang telah melalui proses wawancara. Di dalam salah satu tahap kaderisasi tersebut menugaskan kepada capeng untuk mengenal dan dikenal penghuni asrama.</p>
<p>Pada masa-masa kaderisasi ini terjadi banyak seleksi alam. Calon penghuni mulai berguguran satu demi satu. Ada yang beralasan telah mendapat tempat lebih baik, seperti pindah ke asrama lain misalnya, pindah ke kosan, tinggal di tempat saudara, dll. Berbagai alasan dijadikan tameng untuk dapat keluar dari asrama.</p>
<p>Sebagai mahasiswa tingkat 5, yang secara definitif telah tinggal di asrama selama lima tahun sudah menjadi rutinitas tiap tahun dikunjungi oleh capeng2 yang ingin berkenalan demi sebuah tanda tangan. Mereka berusaha merayu dan menyenangkan senior dan mencoba mengikuti apa kemauan senior tersebut. Tidak jarang pula mereka meminta saran kepada senior tentang kehidupan di kampus dan bagaimana cara agar bisa &#8220;sukses&#8221; dunia kampus dan akhirat&#8230;.hehehe&#8230;</p>
<p>Bagi senior-senior, ini adalah kesempatan untuk menjadi bijak. Kapan lagi perkataannya menjadi petuah. Menjadi penyejuk bagi dahaga ketidaktahuan kehidupan kampus anak-anak baru. Menjadi kisi untuk mencapai kesuksesan walaupun kisi tersebut bukan dari percobaan sendiri alias percobaan orang lain. Sederhananya mah pengalaman orang lah&#8230;.</p>
<p>Ya begitulah masa-masa sosialiasasi, masa-masa menjadi artis bagi senior dan masa menjadi seorang yang sok akrab bagi capeng-capeng.</p>
<p>Kembali ke topik sosialiasasi. Saya dikunjungi beberapa capeng yang meminta sosialiasasi. Seperti biasa, mulai dengan jual mahal dan sok sibuk. Menghindar sehingga tidak terkesan murah tanda tangan. Kalau perlu pasang muka galak sekalian agar capeng menghormati kita sebagai senior&#8230;hehehe</p>
<p>Isu yang muncul dari tahun ke tahun adalah banyaknya capeng yang keluar. Walaupun sebagian besar motif memilih asrama karena alasan ekonomi tetapi karena tidak betah dan kuat hidup di asrama akhirnya ya bela2in nge-kos walaupun rada mahal. Yang penting keluar dari asrama.</p>
<p>Saya pribadi prihatin dengan kondisi ini. Pertama, karena pengalaman dulu yang mati-matian berjuang agar bertahan di asrama karena merasa tidak punya pilihan lain. Kedua, capeng yang keluar berarti telah melanggar komitmennya sendiri ketika wawancara. Padahal dulu, saya ingat sekali bahwa saya hampir tidak masuk asrama gara-gara ketika wawancara salah jawab dan dianggap tidak memiliki komitmen. Tapi setelah itu saya membuktikan tetapi di asrama hingga lulus.</p>
<p>Nah, saya tertarik untuk menanamkan komitmen kepada capeng-capeng baru. Mumpung mereka datang dan berbincang-bincang ngalur ngidul. Saya mencoba membuat mereka bertahan. Dengan segenap usaha dan pikiran mereka. Lantas saya pun memutar otak bagaimana caranya menanamkan doktrin kepada capeng-capeng ini.</p>
<p>Ide pun datang begitu saja. Saya mulai pancing tiap capeng yang datang dengan mengajaknya berdiskusi tentang makhluk halus. Sebagai manusia normal, perbincangan ini adalah perbincangan yang tidak lekang di telan waktu. Dari sana lah kemudian masuk menjadi pembicaraan yang meneguhkan keyakinan mereka.</p>
<p>Muncul sebuah quote yang menurut saya ini adalah quote ku yang paten&#8230;.hehehe&#8230;.</p>
<p>&#8220;Jika Kau Senantiasa Melihat Keindahan Hidup Di Luar Sana, Niscaya Kau Akan Lupa Ada Keindahan di Dalam Asrama ini&#8221;</p>
<p>Karena dalam hidup itu Selalu saja ada yang lebih indah. Selalu.</p>
<p>22 Desember 2009</p>
<p>&#8211;My Room&#8211;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=197&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/12/22/selalu-ada-yang-lebih-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A PRAMONO, DARI OFFICE BOY JADI MILIARDER</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/05/27/a-pramono-dari-office-boy-jadi-miliarder/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/05/27/a-pramono-dari-office-boy-jadi-miliarder/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 18:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[KOMPAS.com &#8211; Kisah perjalanan hidup A Pramono (34) mirip cerita sinetron. Belasan tahun lalu, ketika pria kelahiran Madiun ini mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta, ia memulainya dengan menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta. Lalu ia beralih menjadi pedagang ayam bakar di pinggir jalan. Ternyata sukses. Kini Pramono sudah menjadi miliarder yang memiliki banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=195&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>KOMPAS.com &#8211; Kisah perjalanan hidup A Pramono (34) mirip cerita sinetron. Belasan tahun lalu, ketika pria kelahiran Madiun ini mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta, ia memulainya dengan menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta. Lalu ia beralih menjadi pedagang ayam bakar di pinggir jalan. Ternyata sukses. Kini Pramono sudah menjadi miliarder yang memiliki banyak usaha. Siapa yang tidak ngiler?  &#8220;</p>
<p><span id="more-195"></span></p>
<p>Kalau cerita saya dibikin sinetron mungkin akan menarik,&#8221; kata pria pemilik usaha Ayam Bakar Mas Mono ini ketika bercakap cakap dengan Warta Kota di salah satu kedainya di Jalan Tebet Raya No 57, Jakarta Selatan, baru-baru ini.</p>
<p>Namun, ayah satu anak yang akrab dipanggil Mas Mono ini buru buru menambahkan bahwa sukses bisa diraihnya setelah melewati proses yang cukup panjang. la meyakini, dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang instan. Artinya, kalau ingin sukses mesti lewat perjuangan.</p>
<p>&#8220;Orang tidak tahu dan mungkin tidak mau tahu, ketika memulai usaha ini saya harus ke pasar jam tiga dinihari. Jam empat subuh sudah menyalakan kompor, ketika kebanyakan orang masih tidur,&#8221; ujar Pramono.</p>
<p>Awalnya, suami Nunung ini berjualan ayam bakar di pinggir Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, persisnya di seberang Universitas Sahid. Di tempat itu, setiap hari-kecuali hari libur dia menggelar tenda, bangku dan meja untuk berdagang.</p>
<p>Dengan memakai kaus, celana gombrang dan sandal jepit, dia setia melayani pembeli yang datang dari pagi sampai pukul 14.00. Sebagian pembelinya adalah mahasiswa dan orang kantoran yang bekerja di wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Tapi ya namanya dagang kaki lima, ada gilirannya. Saya dagang dari pagi sampai siang. Dagangan habis nggak habis saya harus tutup. Lalu, jam 14.00 diganti pedagang lain yang menjual nasi goreng, pecel lele dan seafood,&#8221; tutur Pramono sambil memperlihatkan foto lamanya di laptop.</p>
<p>Pria yang menamatkan S3 (maksudnya tamat SD, SMP, SMA) di Madiun ini belakangan akrab dengan laptop karena dia menjadi salah seorang mentor nasional dari Entrepreneur University (EU). Foto-foto lamanya itu menjadi salah satu bahan presentasinya ketika membawakan materi tentang wirausaha.</p>
<p>Menurut Pramono, sejak dulu dia suka fotografi tapi hanya sebatas hobi. Bukan karena dia tahu akari sukses. Jika diamati, foto Pramono saat masih berjualan di pinggir jalan dan saat ditemui Warta Kota beberapa hari lalu, memang berbeda jauh. Dulu dia terlihat kurus, sekarang tampak macho dan keren.</p>
<p>&#8220;Ya, bedalah Mas. Dulu tidak terawat, sekarang terawat. Dulu nggak punya tabungan,sekarang tabungan banyak di bank,&#8221; ujarnya sambil menunjukkan tabungannya yang pernah mencapai persis Rp 1 miliar.</p>
<p>Senang belajar</p>
<p>Salah satu kebiasaan positif yang dimiliki Pramono dan sangat memberi inspirasi adalah kesenangannya belajar sesuatu yang baru untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Tahun 1999, ketika menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta, Pramono selalu memanfaatkan,waktu luangnya dengan belajar komputer. Bukan bermain bermain game seperti kebanyakan orang. Sebab dia tahu, dengan menguasai keterampilan itu kariernya bisa naik dan gajinya juga akan lebih besar.</p>
<p>Pramono benar, karena kariernya terus meningkat hingga akhirnya diangkat menjadi supervisor. Meski jabatannya cukup tinggi tapi dia terus tertantang untuk meningkatkan taraf hidupnya. Cita-citanya cuma satu, bagaimana caranya lebih membahagiakan orang-orang yang dicintai, keluarga dan orangtuanya.</p>
<p>Akhirnya, tahun 2001 dia keluar dart perusahaan tersebut dan memulai usaha dengan berjualan gorengan keliling di seputar,wilayah Pancoran, Jakarta Selatan. Langkahnya rada ekstrem. Sebab, bagi Pramono, untuk memulai usaha tidak perlu banyak berpikir, apalagi menghitung rugi laba. Yang terpenting adalah melakukan action.</p>
<p>&#8220;Banyak saudara saya yang tidak terima dengan keputusan itu. Apalagi pada awal-awal berdagang, omzetnya baru Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per hari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Meski menghadapi banyak tantangan, Pramono tidak mau mundur. Sampai akhirnya dia mendapat lapak kosong di seberang Universitas Sahid. Dengan modal Rp 500.000 untuk membeli gerobak dan peralatan lainnya, termasuk ayam lima ekor, Pramono membuka lembaran barunya dengan menjual ayam bakar. Namun karena belum mahir mendorong gerobak, pernah suatu ketika ayam dagangan jatuh ke pasir. Terpaksa ayam tersebut harus dibersihkan dulu.</p>
<p>&#8220;Kalau orang lain mungkin sudah mikir macam-macam. Wah ini tanda sepi, nggak laku, karena baru mau jualan ayamnya sudah jatuh, sial. Namun, kalau saya justru berpikir lain. Wah, ini pertanda bagus, dagangan saya bakal laku. Sebab, saya menggunakan otak kanan. Selalu optimis dan percaya dirt,&#8221; tegas Pramono.</p>
<p>Terlepas dart peristiwa itu, beberapa tahun kemudian usaha Ayam Bakar Mas Mono berkembang pesat. Dia mempunyai 13 cabang dan dalam satu hari bisa menjual 1.000 ekor ayam. &#8220;Sampai sekarang saya merasa seperti mimpi. Kok bisa ya,&#8221; kata Pramono.</p>
<p>Sumber: www.kompas.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=195&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/05/27/a-pramono-dari-office-boy-jadi-miliarder/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH NETTY PRASETIYANI MENDAMPINGI AHMAD HERYAWAN</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/03/25/kisah-netty-prasetiyani-mendampingi-ahmad-heryawan/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/03/25/kisah-netty-prasetiyani-mendampingi-ahmad-heryawan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 06:50:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[AHMAD HERYAWAN]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[NETTY PRASETIYANI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[
“Jadi saya yakin betul, ketika seseorang berpegang teguh pada nilai kebenaran, itu tidak akan dapat dipengaruhi oleh faktor yang lain.”
NETTY PRASETIYANI Istri Gubernur Jabar
Perjalanan hidup setiap orang pasti akan menemui tantangan, namun bila dihadapi dengan dasar keyakinan atas kebenaran yang kuat, segalanya akan berbuah kebahagiaan. Segala hambatan, hingga keprihatinan yang harus dijalani, menjadi seperti air [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=179&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-180" title="NETTY PRASETIYANI" src="http://bobby86.files.wordpress.com/2009/03/belanja_di_pasar_cihaur_geulis_kota_bandung_20090128_1162294547.jpg?w=128&#038;h=85" alt="NETTY PRASETIYANI" width="128" height="85" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong>“Jadi saya yakin betul, ketika seseorang berpegang teguh pada nilai kebenaran, itu tidak akan dapat dipengaruhi oleh faktor yang lain.”</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>NETTY PRASETIYANI Istri Gubernur Jabar</strong></p>
<p>Perjalanan hidup setiap orang pasti akan menemui tantangan, namun bila dihadapi dengan dasar keyakinan atas kebenaran yang kuat, segalanya akan berbuah kebahagiaan. Segala hambatan, hingga keprihatinan yang harus dijalani, menjadi seperti air yang mengalir. Sempat berkelok-kelok, tapi akhirnya sampai juga di muara sungai dengan hamparan laut yang luas.</p>
<p><span id="more-179"></span>Hal itu juga dialami Netty Prasetiyani, sebelum mendampingi suaminya, Ahmad Heryawan, menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013. Menurut Netty, jabatan orang nomor satu di Jawa Barat itu selayaknya lautan lepas, bahtera dan anginnya akan terasa lebih kencang dibandingkan ketika berada pada titian aliran sungai.</p>
<p>Titik utama perannya sebagai pendamping Ahmad Heryawan, dijalankan Netty sejak dilangsungkan pernikahannya pada Januari 1991. Proses pertemuannya Netty dan Heryawan tidak seperti kalangan anak muda sekarang yang melakukan pendekatan alias pedekate, lalu jalan bersama ke mal atau ke tempat lain sebagai upaya untuk saling mengenal. &#8220;Waktu itu kita masih sama-sama kuliah. Saya di semester 7 dan suami saya sudah semester akhir sedang menyusun skripsi. Kami dipertemukan pada November 1990 dan menikah 13 Januari 1991,&#8221; tutur Netty saat ditemui di Gedung Pakuan, Sabtu (20/12) malam. Awal pertemuannya, diakui Netty melalui sang mediator atau istilah kerennya mak comblang. Mediatorlah yang memaparkan profil dan figur calon suaminya. Netty yang saat itu sudah berusia 22 tahun memang sudah berniat untuk menikah dan sedang mencari calon. Kebetulan profil dan figur yang dipaparkan sang mediator itu dirasakan cocok, maka dilanjutkannya dengan upaya pemantapan untuk mengetahui lebih jauh soal sosok figur yang akan menjadi calon suaminya.</p>
<p>&#8220;Saya merasa cocok, karena figur calon suami terlihat mandiri. Dan memang sebelumnya, kita sama-sama mahasiswa yang aktif dengan kegiatan di organisasi rohani Islam, sehingga sering bertemu dalam berbagai kesempatan. Dan kegiatan itu juga dijadikan sebagai media melakukan pemantapan. Jadi kami sering bertemu, tapi selalu bareng-bareng dengan teman yang lain,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebelum memasuki jenjang pernikahan, diakui Netty beberapa hambatan muncul, terutama dari soal restu pihak keluarganya. Berbagai alasan saat itu mencuat, seperti kondisi masih kuliah hingga soal kesukuan yang menyebutkan tidak baik perempuan keturunan Jawa menikah dengan laki-laki keturunan Sunda.</p>
<p>&#8220;Memang orangtua masih punya pandangan seperti itu, tapi tidak terlalu kental. Alhamdullillah, akhirnya mereka merestui juga,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Uniknya, semua hambatan yang muncul dari keluarganya itu tidak pernah diungkapkan kepada calon suaminya. Netty berupaya sendiri untuk meyakinkan keluarganya, bahwa calon suami yang akan dipilihnya memiliki kepribadian yang baik.</p>
<p>&#8220;Jadi saya yakin betul, ketika seseorang berpegang teguh pada nilai kebenaran, itu tidak akan dapat dipengaruhi oleh faktor yang lain. Itu yang membuat saya mantap. Kami punya keyakinan yang sama dan kecocokan kriteria calon pendamping,&#8221; jelasnya. Upaya meyakinkan keluarganya, diakui Netty hanya bermodalkan keyakinan dirinya atas kebenaran yang nyata yang terlihat pada calon suaminya. Netty melihat bahwa calon suaminya memiliki keyakinan yang sama dengan dirinya.</p>
<p>&#8220;Saya baru memberitahu suami soal hambatan keluarga itu, setelah menikah. Hambatan keluarga itu, saya anggap sebagai bentuk perlindungan keluarga kepada saya sebagai anak perempuan satu-satunya dari lima bersaudara,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Setelah diberitahu soal adanya hambatan dari keluarga, menurut Netty, suaminya Ahmad Heryawan tidak merasa tersinggung atau tertekan. Kenyataan itu justru membangkitkan semangatnya untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, sakinah, mawaddah dan warahmah. (ddh/*)</p>
<p>Sumber: Harian Tribun Jabar</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=179&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/03/25/kisah-netty-prasetiyani-mendampingi-ahmad-heryawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bobby86.files.wordpress.com/2009/03/belanja_di_pasar_cihaur_geulis_kota_bandung_20090128_1162294547.jpg?w=128" medium="image">
			<media:title type="html">NETTY PRASETIYANI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAJU KENA, MUNDUR KENA</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/02/23/maju-kena-mundur-kena/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/02/23/maju-kena-mundur-kena/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 15:37:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Saat tulisan ini dilaunch, sedang dalam masa-masa membingungkan.
April sebentar lagi. Deadline TA terus mendekat tapi kemajuan TA-ku benar-benar buruk sekali.

Kata orang kalau buat TA, &#8220;Maju aja terus Cuiyyyyy!!&#8230;Ntar kalau salah tinggal diperbaiki&#8230;&#8221;. Aku sudah punya jawaban saran itu,&#8221; Ini udah maju teruuus, sudah maju tapi banyakan mundurnya&#8230;, Maju Kena mundur kena&#8221;&#8230;hehe700x
Udah ah, sabodo amat&#8230;make it [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=171&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saat tulisan ini dilaunch, sedang dalam masa-masa membingungkan.</p>
<p>April sebentar lagi. Deadline TA terus mendekat tapi kemajuan TA-ku benar-benar buruk sekali.</p>
<p><img class="aligncenter" title="Tugas Akhir" src="http://www.treehugger.com/book-lending-2swap.jpg" alt="" width="163" height="191" /></p>
<p>Kata orang kalau buat TA, &#8220;Maju aja terus Cuiyyyyy!!&#8230;Ntar kalau salah tinggal diperbaiki&#8230;&#8221;. Aku sudah punya jawaban saran itu,&#8221; Ini udah maju teruuus, sudah maju tapi banyakan mundurnya&#8230;, Maju Kena mundur kena&#8221;&#8230;hehe700x</p>
<p>Udah ah, sabodo amat&#8230;make it easy aja&#8230;ntar juga kalau ada jalan pasti Allah tunjukan&#8230;mending kerjain yang lain dulu&#8230;ngerjain orang kek&#8230;hehe200x</p>
<p>Jadi teringat kata seorang dosenku. Kata beliau, kalau TA itu harus rajin-rajin berkontempelasi. Wuiiihhh&#8230;Ide cerdas tuh&#8230;berkontempelasi&#8230;Tapi tiap berkontempelasi kagak bisa dibuat bersambung ama sebelum dan sesudahnya&#8230;yang ada tiap kontempelasi muncul ide untuk judul baru&#8230;gubrak&#8230;.hehe100x</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=171&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/02/23/maju-kena-mundur-kena/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.treehugger.com/book-lending-2swap.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tugas Akhir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGAMEN, MENJUAL JASA ATAU MEMAKSA?</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/02/18/pengamen-menjual-jasa-atau-memaksa/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/02/18/pengamen-menjual-jasa-atau-memaksa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 16:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Unek-unek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda ketika sedang makan di sebuah kaki lima didatangi oleh pengamen?
Berapa kali dalam satu waktu makan tersebut didatangi oleh pengamen?


Pernah suatu saat sedang makan di sebuah kaki lima. Kalau diperhatikan bisa berkali-kali pengamen yang datang ke meja tempat saya makan. Cara mereka untuk mengamen pun berbeda-beda. Ada yang menyanyikan beberapa lagu hingga selesai baru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=167&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pernahkah Anda ketika sedang makan di sebuah kaki lima didatangi oleh pengamen?</p>
<p style="text-align:justify;">Berapa kali dalam satu waktu makan tersebut didatangi oleh pengamen?</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://pemilu.okezone.com/images-data/content/2009/01/12/267/181773/TYEXuQsf2C.jpg" alt="" width="250" height="250" /></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-167"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pernah suatu saat sedang makan di sebuah kaki lima. Kalau diperhatikan bisa berkali-kali pengamen yang datang ke meja tempat saya makan. Cara mereka untuk mengamen pun berbeda-beda. Ada yang menyanyikan beberapa lagu hingga selesai baru kemudian mendekati pendengar untuk meminta imbalan, tetapi ada pula yang pertama muncul sudah menyodorkan gelas plastik berisi uang dengan pandangan menghindari pendengar seolah tidak melihat penolakan pendengar.</p>
<p style="text-align:justify;">Keberadaan pengamen bagi saya merupakan sebuah dilema tersendiri. Saya mencoba mengapresiasi kepada pengamen yang secara tulus memberikan suaranya untuk diperdengarkan (walaupun kadang bertanya pula apakah kita membutuhkannya di saat yang tepat?). Saya juga merasa diperas oleh pengamen yang hanya minta diusir ketika pendengar telah memberikan uang yang, menurut saya, mereka minta secara paksa. Bagaimana tidak, ketika lagu yang didendangkan belum selesai kok pengamen sudah pergi? Apa bedanya dengan pemalak (istilah bagi orang yang meminta uang secara paksa)? Datang untuk menjual jasa suara atau memaksa diberi uang?</p>
<p style="text-align:justify;">Menjamurnya pengamen di berbagai tempat bisa dikatakan sebuah akibat dari kurangnya lapangan pekerjaan yang memadai. Hal ini bisa kita amati dengan ragam suara, usia, dan pendidikan. Dari mulai balita hingga lanjut usia juga ada, dari suara fals hingga seriosa, dari tidak bersekolah hingga mahasiswa ikut serta. Bisa dikatakan mengamen adalah profesi universal.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali kepada judul di atas. Mengamen adalah sebuah pekerjaan yang menawarkan jasa tarik suara. Kemudian bertransformasi menjadi sebuah usaha untuk memaksa. Berlaku tidak simpatik ketika mendapat penolakan dan menanti diberi kompensasi ketika itu pula berhenti. Itu lah realita sosial yang terjadi. Sampai saat ini, belum ada solusi yang dapat kita berikan. Yang perlu dan benar-benar kita sadari adalah bagaimana membedakan pengamen yang perlu diapresiasi karena menjalankan profesinya dengan baik dengan yang hanya memaksa.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini hanya pendapat pribadi</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=167&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/02/18/pengamen-menjual-jasa-atau-memaksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pemilu.okezone.com/images-data/content/2009/01/12/267/181773/TYEXuQsf2C.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SINETRON DAN DAMPAK YANG DITIMBULKANNYA</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/02/10/sinetron-dan-dampak-yang-ditimbulkannya/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/02/10/sinetron-dan-dampak-yang-ditimbulkannya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 00:22:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Unek-unek]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[sinetron]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<category><![CDATA[tv]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[

Bukannya tidak suka atau suka sekalipun. Hanya rasa prihatin dan khawatir terhadap generasi muda yang terperangkap terhadap jerat mimpi dan hayalan tidak nyata. Bahkan seorang ibu yang bertanggung jawab terhadap generasi muda pun bisa terjerumus.

Televisi sebagai media informasi massa
Sebuah acara di televisi dapat disaksikan oleh jutaan manusia secara bersamaan. Survei International Foundation for Election System [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=152&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://fc66.deviantart.com/fs39/f/2008/323/c/e/Sinetron_Baru_RCTI_by_Oceandeep76.jpg" alt="" width="193" height="274" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;"><span style="color:#6000bf;font-weight:bold;" lang="IN">Bukannya tidak suka atau suka sekalipun. Hanya rasa prihatin dan khawatir terhadap generasi muda yang terperangkap terhadap jerat mimpi dan hayalan tidak nyata. Bahkan seorang ibu yang bertanggung jawab terhadap generasi muda pun bisa terjerumus.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-152"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Televisi sebagai media informasi massa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah acara di televisi dapat disaksikan oleh jutaan manusia secara bersamaan. Survei International Foundation for Election System (IFES) mengungkapkan, 85 persen masyarakat Indonesia memperoleh informasi dari televisi. Sedangkan menurut Media Index Wave 2005, televisi dikonsumsi 92 persen masyarakat Indonesia, mengalahkan suratkabar yang cuma 28 persen dan majalah dengan 19 persen. Jangkauan pemirsa sudah mencapai ke seluruh pelosok nusantara.</p>
<p style="text-align:justify;">Media elektronik televisi termasuk ke dalam media massa karena sifat informasinya yang konvergen. Informasi dapat diterima secara bersamaan oleh reseptor lebih dari satu orang. Menurut Jalaluddin Rakhmat, di dalam buku Psikologi Komunikasi, definisi komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Media massa merupakan dasar bagi apa yang disebut sebagai “industri budaya” (Max Horkheimer dan Theodore Adorno, “The Culture Industry : Englightenment as Mass Deception”.) Semua pesan yang dipropagandakan oleh media massa membentuk kesadaran manusia dan membagi arti pesan tersebut kepada mereka, sehingga manipulasi pesan dalam media massa merupakan strategi yang efektif untuk menasehati dan memberikan pengawasan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kritik Sinetron</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Televisi merupakan media komunikasi paling efektif untuk menyampaikan pesan dan mempengaruhi orang lain. Jika mengamati setiap keluarga yang ada, maka salah satu barang pokok yang ada di setiap keluarga adalah televisi. Saat ini, hampir seluruh keluarga memiliki televisi. Dengan kata lain, akses informasi melalui televisi mampu diterima oleh hampir setiap keluarga yang memiliki televisi.</p>
<p style="text-align:justify;">Beragam acara ditawarkan oleh stasiun televisi, baik lokal, nasional, dan internasional. Acara yang mendominasi di stasiun televisi adalah sinetron kecuali stasiun tv yang memiliki genre khusus seperti Metro TV. Secara umum, hampir sebagian besar slot waktu stasiun TV didominasi oleh sinetron.  Mulai dari prime time atau waktu yang menjadi waktu utama hingga pagi hari ketika aktivitas luar rumah tinggi. Waktu utama tayangan televisi pun semakin lebar. Jika beberapa tahun yang lalu waktu utama siaran televisi sekitar pukul 19.00 s.d 21.00 tetapi sekarang menjadi 18.00 s.d 23.00. Seperti yang dikutip dari ungkapan Marketing and Communication Execuitve AGB Nielsen, Andini. Indikasi utama adalah acara-acara yang memiliki rating tinggi berada di waktu utama tersebut. Sebuah stasiun televisi swasta nasional ada yang memiliki slot waktu tayang sinetron dalam sehari mencapai 7 jam. Waktu penayangannya pun berada di waktu utama, yakni pukul 18.00 s.d 22.00 malam. Jika kita mendefinisikan waktu utama sebagai waktu potensi paling besar pemirsa menyaksikan tayangan maka demikian tinggi penghargaan terhadap sinetron.</p>
<p style="text-align:justify;">Penayangan sinetron di waktu utama memiliki berbagai implikasi terhadap masyarakat. Penonton disuguhkan dengan tayangan sinetron di waktu mereka memiliki kesempatan untuk menyaksikan televisi baik secara individu maupun bersama keluarga. Sehingga mungkin sekali sinetron untuk mencapai rating tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hampir semua stasiun televisi berlomba untuk memproduksi sinetron yang bekerja sama dengan production House. Tingkat persaingan antar stasiun televisi pun semakin ketat.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa faktor yang mendorong lakunya permintaan terhadap tayangan sinetron. Faktor tersebut diantaranya adalah daya tarik cerita dan tokoh cerita yang digemari. Sedangkan ketertarikan stasiun swasta untuk memproduksi sinetron didorong permintaan dan daya jual tinggi dengan biaya murah. Jika mengamati cerita yang disuguhkan, relatif tidak ada perubahan dari satu sinetron ke sinetron yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Empat pertimbangan suatu program akan ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta, yakni audience share, variasi program, kepentingan bisnis, dan kebutuhan. Keempatnya saling terkait. Bisa sebuah program bagus, tapi masyarakat mengatakan lain, ini akan menjadi pertimbangan. Tetapi biasanya faktor pendorong paling kuat adalah audience share karena mampu mengundang pemasang iklan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penanaman Sistem Nilai</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika melihat merebaknya berbagai sinetron saat ini, secara tidak disadari kita sedang mengarah kepada pembentukan sistem nilai sesuai dengan apa yang ditampilkan di dalam sinetron tersebut. Ketika ditampilkan konflik si kaya dan miskin, seorang kaya dikesankan dengan kemewahan dan kekuasaan yang diukur dari banyaknya harta dan tingginya jabatan. Sedangkan si miskin ini hidup dengan seadanya dan kekurangan secara materi. Padahal kemiskinan itu tidak semata diukur dari materi saja. Hal tersebut seperti menyampaikan sistem nilai yang dibawa oleh kapitalisme bahwa siapa yang kaya dia adalah orang yang memiliki banyak harta. Hanya sedikit sinetron yang mengajarkan kekayaan hati. Sinetron ini menggambarkan kekayaan yang tidak diukur melalui harta semata-mata, seperti Si Doel dan Keluarga Cemara.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa jenis sinetron yang ada di TV Indonesia saat ini membawa dampak negatif bagi pemirsa. Tayangan yang membawa cerita mistik mengarahkan kepada keterbelakangan mental dan syirik terhadap Sang Maha Pencipta. Keterbelakangan mental dalam hal ini adalah menggambarkan betapa hebatnya jin dengan kekuatan-kekuatannya sehingga manusia seolah menjadi takut dan mendorong manusia takut. Ketika orang menonton sinetron jenis ini, orang tersebut akan merasa bahwa setan itu ada dan senantiasa nyata dan menakuti manusia bahkan bisa membunuhnya. Di sisi lain, ketika manusia percaya adanya setan dan merasa takut maka sebenarnya kita sudah masuk kepada rasa syirik kepada Maha Pencipta. Rasa takut tersebut disebabkan karena suguhan dari tayangan yang mengesankan zat yang gaib lebih kuat dari manusia. Dalam hal ini, unsur agama dijadikan sebagai penghancur dari keberadaan makhluk tersebut padahal tidak ada hubungannya sama sekali. Suatu ketika ada seseorang yang diganggu oleh makhluk halus dan memperlihatkan kitab suci lantas digambarkan makhluk halus tersebut terbakar. Hal tersebut sudah masuk kepada kesesatan.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, jenis sinetron yang membawa dampak buruk adalah sinetron dengan unsur cinta yang kuat. Dalam hal ini sistem nilai kembali mengalir deras. Sepasang anak muda dibuat tidak berdaya dan putus asa karena dipisahkan dengan kekasihnya. Di antara persoalan hidup lain, cinta digambarkan sebagai sebuah persoalan hidup yang amat sulit. Tidak tampak usaha yang keras untuk bertahan hidup dan kerja keras dalam bertahan hidup.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pengaruh Sinetron</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Berikut dipaparkan dengan lebih detail mengenai jenis cerita dan pengaruhnya terhadap pemirsa</p>
<ul>
<li> Tema ghaib</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">-    Mendorong orang untuk percaya bahwa ada makhluk selain jin dan manusia, yaitu turunan setan seperti pocong, hantu, dan kuntilanak. Padahal Allah menegaskan di dalam kitab suci Al-Qur’an bahwa Allah tidak menciptakan selain jin dan manusia. Allah berfirman<br />
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”<br />
Adz Dzaariyaat : 56</p>
<p style="text-align:justify;">-    Menimbulkan kesyirikan dengan percaya kepada selain Allah. Dan menyelesaikan masalah ghaib ini dengan perantara manusia yang memiliki kemampuan supranatural.</p>
<p style="text-align:justify;">-    Menakut-nakuti diri sendiri dengan bayangan setan (padahal manusia adalah makhluk yang mulia dan disegani oleh bangsa jin). Dan lebih menakuti setan dibandingkan dengan penjajahan baru dan siksa kubur Sang Maha Pencipta.</p>
<ul>
<li> Tema Cinta</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">-    Mengecilkan persoalan hidup sesungguhnya. Seolah di dunia ini masalah terbesar adalah persoalan cinta. Bagaimana tidak “kejam”, masyarakat yang konon jika mengunakan standar kemiskinan dengan pendapatan 2 $ sehari hampir setengah dari penduduk Indonesia ini berada di bawah garis kemiskinan harus menyaksikan sinetron yang menampilkan anak-anak muda yang memiliki segalanya (fisik proporsional dan kekayaan yang melimpah). Konflik yang terjadi pun seputar cinta. Padahal di Indonesia tema yang seharusnya diangkat adalah kondisi realita bangsa ini, yaitu masalah KEMISKINAN. Agar masyarakat dapat memiliki daya juang untuk memperbaiki kondisi perekonomian. Bertentangan dengan apa yang disampaikan oleh Jeffrery Alexander di dalam bukunya The Media in Systematic, Historical, and Comparative Perspective yang dikutip dari buku Elihu Katz dan Szecsko Mass Media and Social Change bahwa media menjadi refleksi atau gambaran lingkungan sekitarnya. Sudut pandang yang diambil adalah peran media dalam menginformasikan potret kondisi lingkungan dengan mengemas dengan audio-visual tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Kenyataan berbeda dengan kondisi realita yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">-    Salah satu riset yang terkenal dari McQuail dan kawan-kawan di Inggris pada tahun 1972 menemukan bukti bahwa orang yang melewati waktu menikmati media adalah untuk lari dari kehidupan nyata yang pahit (escape). Dan ragam escape ternyata bermacam-macam, berbeda menurut pelapisan sosial, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;">-    Utopis. Bangsa kita diajarkan untuk berpikir singkat (instan). Seolah ukuran kesuksesan seseorang diukur dari banyaknya harta yang dapat terlihat dari rumah megah, mobil mewah, dan istri yang cantik. Hal yang sering ditampilkan oleh sinetron adalah anak-anak muda dengan penampilan necis yang memiliki “harta” melimpah, rumah megah, dan memiliki posisi di puncak kariernya tanpa asal usul yang jelas. Dapat dibayangkan apa yang terjadi dengan pemirsanya. Mereka hanya bisa melihat dan bermimpi. Bangsa kita belum layak menerima kenyataan seperti itu.<br />
Kontraproduktif. Dengan melihat tayangan yang jauh dari kenyataan akan membuat produktivitas menjadi kontraproduktif. Ibu rumah tangga yang seharusnya membantu suami mereka meringankan beban hidup dibuai dengan mimpi dan keindahan dunia. Apa yang terjadi. Harapan tidak sesuai dengan kemyataan sehingga menimbulkan keputusasaan.</p>
<ul>
<li> Tema Religi</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">-    Maaf mengenai tema yang satu ini. Kita harus melihat secara objektif. Sinetron religi lebih banyak mencampuradukan antara hikmah dengan komersialisasi. Film yang mengambil tema ini sangat kental unsur komersilnya. Bukti sederhana adalah pemeran di dalam sinetron tema ini berperan sebagai “aktor” yang baik. Berperan sebagai “goodman” hanya di dalam film tetapi setelah itu kembali kepada karakter semula bahkan mencontohkan hal yang tidak pantas dipertontonkan di depan umum.</p>
<p style="text-align:justify;">-    Film-film dengan tema ini sifatnya hanya mengejar profit semata dengan minim perhatian terhadap pesan yang disampaikan. Banyak sisi religi justru berbeda dengan ajaran agama itu sendiri. Sebagai contoh adalah adegan-adegan di dalam film religi berlabel hikmah. Film tersebut menampilkan balasan terhadap orang-orang yang telah berbuat kemunkaran di dunia. Padahal siksaan bagi orang-orang yang berbuat kemunkanran berada di akhirat. Artinya apa yang terjadi di dunia merupakan ujian dan azab dan tidak azab tersebut tidak selalu sebuha hubungan sebab akibat. Ada pula adegan yang menampilkan pegangan tangan antara laki-laki dan perempuan bukan mukhrim.<br />
Beberapa waktu lalu tak kurang dari 20 program sinetron tema religi tayang setiap minggunya. Stasiun berinisial R menampilkan “Pintu Hidayah” dan “Habibi dan Habibah”. Di stasiun T, ada “Rahasia Illahi” dan “Takdir Illahi”, di TV ada “Taubat”, “Hidayah” dan “Insyaf”. S tak ketinggalan dengan menayangkan “Astagfirullah”, “Kuasa Illahi”, ”Suratan Takdir”, dan “Kiamat Sudah Dekat”. Stasiun A menampilkan “Jalan ke Surga” dan “Nauzubillah Minzalik” dua kali sepekan. Sementara di I membawa “Titipan Illahi”. Ketika rating sinetron tema tersebut sudah tidak tinggi maka beralih ke tema lain yang sedang tinggi permintaannya. Hal ini membuktikan bahwa tidak adanya konsistensi untuk menyampaikan hikmah tetapi semata-mata hanya mengikuti tren untuk memperoleh keuntungan semata.<br />
Pandangan Umum</p>
<p style="text-align:justify;">-    Secara umum sinetron hanya menjual fisik tanpa kualitas peran. Padahal insan seni adalah orang-orang yang menghargai karya seni dan mengemas karya tersebut menjadi sebuah tampilan yang menarik. Tetapi pada kenyataannya seni peran di dalam sinetron lebih mengedepankan tampilan fisik pemeran bukan pada kemampuan seni peran aktor dan artis. Sehingga kualitas sinetron menjadi tidak diperhatikan dan semata hanya mengejar keuntungan semata. Banyak artis baru yang bermunculan tanpa memiliki kualitas dan hanya bermodal tampang saja.</p>
<p style="text-align:justify;">-    Mendorong masyarakat berperilaku konsumtif. Derasnya adegan yang memberikan contoh gaya hidup mewah dan mengutamakan penampilan fisik.</p>
<p style="text-align:justify;">-    Mengesankan bangsa Indonesia bangsa yang makmur dan suka kemewahan. Konsep ini banyak diadopsi dari film-film India yang menampilkan kegemerlapan di antara kemiskinan bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">-    Tidak membawa budaya lokal bangsa atau pun budaya timur yang santun dan memiliki etika dalam berbusana sehingga terkikisnya dengan gaya busana barat yang terbuka.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Dampak secara umum</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Lantas nilai apa yang diperoleh oleh ibu rumah tangga yang menyaksikan tayangan sinetron glamour dan gemerlap penuh kemewahan sedangkan kondisi ekonomi mereka berbeda jauh dari tayangan tersebut. Alhasil muncul sikap kontraproduktif dari pemirsa bahkan justru mendorong budaya konsumerisme. Berbeda implikasinya dengan apa yang akan diperoleh oleh remaja ABG. Kehidupan sebagian sinetron yang menampilkan kehidupan yang seperti di atas membawa remaja ke dalam kehidupan fantasi yang luar biasa, kehidupan dianggap mudah dan sederhana. Seseorang memerankan tokoh eksekutif muda yang mapan dengan kekayaan melimpah serta jabatan tinggi? Nilai apa yang bisa diambil dari peran tersebut? Siapa yang dapat mencapai jabatan direktur dalam usia muda dan memiliki harta sedemikian banyak selain bukan warisan? Kalaupun ada kasus yang memang terjadi apakah cukup mewakili kehidupan rakyat Indonesia. Remaja kita diajarkan bermimpi tanpa dorongan untuk bekerja keras.</p>
<p style="text-align:justify;">Sorotan selanjutnya adalah konflik yang muncul bukanlah masalah kehidupan yang primer, malah mengajarkan memilih berkorban demi cinta yang semu seolah-olah hidup ini hanya untuk cinta tanpa perjuangan untuk hidup. Implikasi logis dari hal tersebut menimbulkan apakah kita belajar untuk menderita atau mencoba untuk menderita. Tetapi konflik yang muncul malah seputar interaksi sosial manusia yang itu-itu saja. Bukan ingin mengecilkan masalah konflik yang dimunculkan tetapi ada tanggung jawab yang lebih besar dari hal tersebut yaitu membentuk generasi pejuang dan penuh kerja keras. Bukankah nasib itu tidak akan berubah bila bukan kita yang mengubahnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Analisis Pengaruh Media (sinetron) terhadap masyarakat yang menyaksikan</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang menganggap media tidak terlalu perkasa, karena ada variabel personal yang mementahkannya. Misal, ditemukan fakta bahwa di dalam perangkat kognitif individu terdapat apa yang disebut selektivitas perhatian (selective attention), sehingga tidak secara otomatis apa yang diserap melalui indra penglihatan dan pendengaran diteruskan membentuk ingatan dalam ranah kognitif menjadi memori dan membentuk sistem respon. Teori Moderat Effect Theory mengatakan, media bukanlah satu-satunya variabel yang mempengaruhi perubahan sikap, nilai, dan perilaku individu. Di dalam banyak kasus, media massa hanyalah sebagai faktor yang memperkuat saja (re-enforcement). Sebelumnya dalam diri individu sudah terdapat potensi serupa. Dengan demikian, media massa hanya merupakan faktor pemicu timbulnya perilaku</p>
<p style="text-align:justify;">Media diyakini sejak lama menjadi semacam kanal yang berfungsi mengalirkan emosi dan kecenderungan distruktif psikologis lainnya menjadi gejala internal (individu) yang wajar (normal). Aristoteles, misalnya, sejak ribuan tahun yang silam menyatakan bahwa menonton pemandangan agresi dapat mengeluarkan perasaan-perasaan agresi yang dimiliki.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya media dapat menjadi media belajar yang efektif. Jika tidak diwarnai dengan tampilan yang terlalu vulgar dalam arti terlalu menampilkan kesan penampilan dalam cerita. Kemudian pengemasan cerita yang lebih ”membumi” sehingga sinetron dapat menjadi media efektif untuk belajar yang bersifat lokalistik. Menurut Cassata dan Asante (1972:12), bila arus komunikasi hanya dikendalikan oleh komunikator, situasi dapat menunjang persuasi yang efektif. Sebaliknya bila khalayak dapat mengatur arus informasi, situasi komunikasi akan mendorong belajar yang efektif.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi pertanyaan selanjutnya adalah apakah masyarakat sudah cukup baik untuk menseleksi tontonan yang baik, dan mampu mengambil hikmah, sehingga memiliki nilai pembelajaran. Sebuah survei yang dilakukan AGB Nielsen pada pertengahan 2006 lalu di masyarakat Jakarta dan sekitarnya, terlihat bahwa pemirsa menginginkan tayangan sinetron drama, sinetron misteri/horor, serta tayangan gossip/infotainment untuk dikurangi karena dinilai tidak memberikan hiburan dan tidak mendidik (jawaban.com).</p>
<p style="text-align:justify;">Bobby “mavericks” Rahman<br />
Teknik Planologi ITB 2004</p>
<p style="text-align:justify;">Literatur :<br />
Noviar Jamaal. Lingkaran Konglomerat Televisi (bagian 2).<br />
James E. Combs – Dan Nimmo. Propaganda Baru.<br />
Redi Panuju. Relasi Kuasa.<br />
Jalaluddin Rakhmat. Psikologi Komunikasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Internet :<br />
(bursa.com). Sinetron Mendulang Iklan Rp 10 T.<br />
(jawaban.com). Pemirsa TV Masih Dijajah Sinetron.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=152&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/02/10/sinetron-dan-dampak-yang-ditimbulkannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fc66.deviantart.com/fs39/f/2008/323/c/e/Sinetron_Baru_RCTI_by_Oceandeep76.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>BHP DAN HILANGNYA VISI PENDIDIKAN INDONESIA</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/28/bhp-kontroversi-panjang-dan-melelahkan/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/28/bhp-kontroversi-panjang-dan-melelahkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 10:52:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ide Kebangsaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Bobby Rahman


The New Society&#8211;and it is already here&#8211;is a post-capitalist society. It is a society where its basic economic resource is no longer capital, nor natural resource, nor labor. It is and will be knowledge.&#8221; 
Peter F Drucker, Post Capitalist Society


BHP atau Badan Hukum Pendidikan merupakan sebuah kontroversi panjang dan melelahkan. Menurut menteri pendidikan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=140&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Oleh: Bobby Rahman</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="aligncenter" src="http://bp2.blogger.com/_PN-sSy1QCZc/R1OHWC3J3qI/AAAAAAAAAIs/E_ifzDEeOkk/s1600-R/UNPAD.JPG" alt="" width="310" height="236" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span lang="IN"><strong>The New Society&#8211;and it is already here&#8211;is a post-capitalist society. It is a society where its basic economic resource is no longer capital, nor natural resource, nor labor. It is and will be knowledge.&#8221;</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><span lang="IN">Peter F Drucker, Post Capitalist Society</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IN">BHP atau Badan Hukum Pendidikan merupakan sebuah kontroversi panjang dan melelahkan. Menurut menteri pendidikan, Bambang Sudibyo, pembahasan tentang RUU ini sudah memakan waktu hingga 5 tahun sejak tahun 2003 dan menembus angka 39 draf yang pernah diajukan. Jumlah draf tersebut bisa jadi merupakan rekor tersendiri dalam pembahasan sebuah undang-undang. UU BHP sekarang menjadi perdebatan di berbagai tempat, bahkan gelombang demonstrasi demikian besar seperti bola salju yang terjadi di mana-mana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span><span id="more-140"></span>Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia saat ini sedang berada dalam krisis ekonomi yang sulit dan berkepanjangan. Berawal dari sebuah krisis moneter yang menerpa Indonesia pada tahun 1997, kemudian diikuti oleh krisis moral dan politik. Praktis hingga 10 tahun setelah krisis pertama pada penghujung milenium tersebut belum ada perbaikan secara signifikan yang menyentuh kepada kekuatan fondasi ekonomi. Bahkan kasus-kasus hilangnya uang negara, seperti BLBI dan korupsi pencairan pinjaman negara belum tuntas. Kondisi yang terjadi justru sebaliknya masalah-masalah itu menimbulkan beban negara saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Kondisi Ideal</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><em><span>Mimpi adalah kunci </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><em><span>untuk kita menaklukan dunia</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:normal;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Itu adalah sepenggal bait yang tengah menjadi hit saat ini, yaitu lagu hit laskar pelangi yang dinyanyikan oleh Band Nidji. Nidji bercerita tentang mimpi, sebuah kondisi ideal yang senantiasa harus terus dikejar dan membawa harapan. Berbicara tentang pendidikan kita harus mengacu kepada kondisi ideal. Kondisi ideal dapat tergambarkan dari amanat undang-undang dasar 1945. Sederhananya bagaimana seluruh rakyat Indonesia dapat menerima pendidikan tanpa terkecuali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Benturan Idealita dan Realita</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Satu per satu muncul masalah yang menghambat ketercapaian amanat UUD 1945. Ketika kondisi Indonesia terdesak dengan krisis ekonomi dan kebutuhan pemenuhan anggaran yang demikian banyak, pemerintah pun dituntut untuk memenuhi amanat yang telah tertuang dengan jelas di dasar negara kita tersebut. Apabila hal tersebut tidak dijalankan maka pemerintah sudah melanggar amanat konstitusi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kondisi keuangan negara yang masih sekarat seperti saat ini dan masih mengandalkan pinjaman memang menyulitkan. Tetapi di tengah-tengah krisis yang sedang menghantam Indonesia harapan itu seharusnya muncul dari dunia pendidikan. Selama ini pendidikan senantiasa di anaktirikan pengelolaannya. Setelah di anaktirikan selanjutnya diminta untuk bertahan hidup sendiri. Itu lah kurang lebih analogi bagi pendidikan di Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>BHP Solusi Tepat?</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Tidak ada satu pun negara di dunia ini maju dengan mengambil kebijakan tidak memprioritaskan pendidikan. Kita sering mendengar cerita pasca Jepang di bom oleh sekutu. Waktu itu, Kaisar Hirohito mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan dari seluruh negeri untuk bermusyawarah mengambil langkah penyelamatan negara. Kaisar lantas bertanya berapa jumlah guru yang tersisa di seluruh negeri. Pertanyaan tersebut menuai protes dari berbagai pihak, terutama dari ekonom dan tentara. Kemudian Kaisar menjelaskan tentang langkah besar untuk bangkit dari kekalahan. Kaisar mengatakan bahwa kunci untuk bangkit adalah pendidikan. Banyak contoh dari negara-negara lain. Tidak perlu jauh-jauh negara tetangga kita misalnya, Malaysia. Dengan progresivitas anggaran pendidikan dan keinginan kuat belajar dari berbagai negara termasuk Indonesia, Malaysia telah mulai menuai hasil saat ini. Masih sering kita mendengar pada waktu tahun 70an banyak guru dan dosen Indonesia yang diminta mengajar di Malaysia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kembali kepada BHP, apabila kita melihat isi dari BHP ini pasal demi pasal, maka kita dapat menyimpulkan bahwa ini adalah sebuah <em>solusi yang ditawarkan oleh pemerintah dalam hal ini eksekutif dan legislatif untuk menyelamatkan pendidikan di tengah krisis multidimensi</em>. <em>Tetapi solusi yang ditawarkan merupakan sebuah jalan keluar jangka pendek dari pemerintah untuk memperkecil “beban” tanggung jawab pemerintah dalam pendidikan.</em> Sehingga solusi yang ditawarkan ini merupakan hal yang bertentangan dengan semangat untuk memberikan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita sekarang ini membutuhkan solusi jangka panjang, membutuhkan visi menempatkan pendidikan di atas kepentingan dan prioritas lainnya di negara ini dan itu belum terlihat semenjak Indonesia merdeka. Analoginya seperti ini. Biaya pendidikan 100% gratis, tenaga pengajar mendapat kehidupan yang layak. Lantas uangnya darimana? Benahi kasus korupsi yang menggerogoti BUMN-BUMN misalnya, Kasus BLBI, kurangi anggaran ekonomi spekulatif, pembayaran pajak progresif dan lain-lain. Itu baru yang disebut kebijakan pro rakyat. Artinya, kebijakan yang perlu menjadi prioritas utama adalah pendidikan. Kebijakan lain disusun untuk mendukung kebijakan utama tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pengalaman membuktikan banyak hal. Pasca kemerdekaan, Indonesia menempatkan kebijakan pemenuhan kebutuhan pokok pada hal yang utama, beragam alasan saat itu menjadi dasar, salah satunya karena banyak penduduk miskin tidak mampu makan. Kemudian kebijakan-kebijakan selanjutnya berorientasi kepada sektor industri, karena kondisi daya saing ekonomi kita saat itu dinilai sangat lemah. Sekarang sudah 63 tahun setelah kemerdekaan. Apa yang bisa kita petik? KKN dimana-mana, krisis multidimensi, daya saing bangsa rendah, krisis ekonomi, bencana alam, dan lain-lain. Jika kebijakan hanya berupa kebijakan ketergantungan maka sampai kapan pun ketahanan dan kemandirian bangsa kita akan dipertanyakan. Salah satu kebijakan untuk kemandirian adalah melalui pembangunan sumber daya manusia, yaitu melalui pendidikan. Seperti sebuah pernyataan dari </span><span lang="IN">Peter F Drucker</span><span> di awal tulisan ini, bahwa yang akan menjadi sumber daya modal sebuah bangsa menghadapi era sekarang ini adalah pengetahuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Persoalan yang diketengahkan dari BHP diantaranya tentang tata kelola. Lembaga pendidikan seharusnya tertata dengan baik, profesional, pendidikan efektif dan efisien</span><span class="fullpost1"><span lang="SV">, akuntabilitas, transparan, penjaminan mutu, layanan prima, akses yang berkeadilan, keberagaman, keberlanjutan</span></span><span>. Hal tersebut merupakan hal yang sudah seharusnya dilakukan dan bukan hal yang baru. Tidak dengan BHP seharusnya sudah dapat berjalan. Kalau masih bermasalah berarti sumber daya yang perlu dibenahi bukan sistemnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><span>Bangun Visi Utamakan Pendidikan</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Permasalahan ini memang rumit. Membutuhkan keinginan kuat dan <em>goodwill</em> dari semua pihak. Hasil pendidikan tidak terlihat hanya satu atau dua tahun saja bahkan bisa mencapai puluhan tahun. Tetapi hasil pendidikan akan mengangkat moral dan derajat bangsa kita lebih tinggi dan memiliki banyak alternatif pemecahan masalah. Pendidikan harus ditempatkan pada tempat yang utama, selanjutnya kebijakan lainnya dibuat setelah orientasi pembangunan difokuskan kepada pendidikan. Teringat ungkapan seorang guru besar ITB, Prof. Gede Raka, beliau mengatakan, “Negeri ini sudah kehilangan banyak hal, telekomunikasi dikuasai oleh asing, perbankan dikuasai oleh asing, sumber daya alam dikuasai oleh asing, dan apakah kita harus kehilangan pendidikan kita pula?”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=140&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/28/bhp-kontroversi-panjang-dan-melelahkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_PN-sSy1QCZc/R1OHWC3J3qI/AAAAAAAAAIs/E_ifzDEeOkk/s1600-R/UNPAD.JPG" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MAKNA MENCINTAI</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/27/makna-mencintai/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/27/makna-mencintai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 03:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[
Hanya sekadar sharing.
Tepat pukul 08.00 pagi hp ku bergetar. SMS masuk.
Ku baca, tertulis
From Yayat 3:
Kalau kita suka pada seseorang karena dia mahir melakukan sesuatu, itu bukan cinta tetapi KAGUM.
Kalau kita suka pada seseorang karena dia CANTIK atau GANTENG, itu bukan cinta tetapi NAFSU.
Kalau kita suka pada seseorang karena TAJIR (KAYA), itu bukan cinta tetapi MATRE.
Kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=137&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter" src="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/8e/Hati.gif" alt="" width="193" height="177" /></p>
<p>Hanya sekadar sharing.</p>
<p>Tepat pukul 08.00 pagi hp ku bergetar. SMS masuk.</p>
<p>Ku baca, tertulis</p>
<p>From Yayat 3:</p>
<p><em>Kalau kita suka pada seseorang karena dia mahir melakukan sesuatu, itu bukan cinta tetapi KAGUM.</em></p>
<p><em>Kalau kita suka pada seseorang karena dia CANTIK atau GANTENG, itu bukan cinta tetapi NAFSU.</em></p>
<p><em>Kalau kita suka pada seseorang karena TAJIR (KAYA), itu bukan cinta tetapi MATRE.</em></p>
<p><em>Kalau kita suka pada seseorang karena dia PERNAH bantu kita, itu bukan cinta tetapi TERIMA KASIH.</em></p>
<p><em>Kalau kita suka pada seseorang karena TIDAK tau mengapa, itu baru cinta SESUNGGUHNYA.</em></p>
<p>Kemudian saya reply pesan tersebut</p>
<p><em>Kalau kita suka pada seseorang karena Allah, itu baru cinta SESUNGGUHNYA.</em></p>
<p>Kemudian dibales kembali:</p>
<p><em>Gw kirain dah lupa lw bob ma gw&#8230;.</em></p>
<p>Saya sms balik</p>
<p><em>Gw insyaAllah ga akan lupa sama Allah, tapi sama lu mungkin lupa&#8230;.HAHA200x<br />
</em></p>
<p>Yayat 3 (3: generasi di SMA)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=137&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/27/makna-mencintai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.crayonpedia.org/wiki/images/8/8e/Hati.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MENENTUKAN LANGKAH KEHIDUPAN</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/25/menentukan-langkah-kehidupan/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/25/menentukan-langkah-kehidupan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 13:19:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[25 Januari 2009

Di akhir masa kuliah, entah mengapa aku masih merasa ragu dalam melangkah. Sudah 1 tahun berlalu, ketika aku memutuskan untuk tidak mengambil kuliah tugas akhir (TA) di semester VIII. Dengan segala kerendahan hati, barang kali aku adalah satu-satunya mahasiswa angkatan 2004 di program studi ku yang tidak mengambil  TA di semester VIII [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=132&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>25 Januari 2009</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://www.elroybikemeet.com/images/longroad.jpg" alt="" width="222" height="231" /></p>
<p>Di akhir masa kuliah, entah mengapa aku masih merasa ragu dalam melangkah. Sudah 1 tahun berlalu, ketika aku memutuskan untuk tidak mengambil kuliah tugas akhir (TA) di semester VIII. Dengan segala kerendahan hati, barang kali aku adalah satu-satunya mahasiswa angkatan 2004 di program studi ku yang tidak mengambil  TA di semester VIII bukan karena ada masalah. Ketika memutuskan tidak mengambil TA, aku begitu tenang dan yakin tanpa keraguan. Bahkan ketika berjalan di lorong program studi, melihat aktivitas teman-teman seangkatan keluar masuk ruang dosen, menemani kawan sidang, aku masih begitu yakin dengan keputusan yang aku ambil. Aku berniat menempa diriku 1 tahun lagi.</p>
<p><span id="more-132"></span>1 tahun berlalu</p>
<p>Tapi entah mengapa aku mengalami sebuah kebimbangan yang amat sangat. Aku bingung melangkah. Mana jalan yang harus ku tempuh? Jujur saja, aku bukanlah orang yang kuat dalam menapaki hierarki birokrasi di pemerintahan. Aku pun bukan orang yang tega dalam menjalankan lika-liku dunia perbisnisan. Aku ingin berkarya, aku ingin kaya, dan aku ingin surga.</p>
<p>Saat ini, aku berada di dalam sebuah bidang keilmuan yang berkaitan erat dengan manusia. Sebuah bidang ilmu yang amat luas cakupannya. Aku teringat sebuah jargon dosen ku, &#8221;We Know everything but master nothing&#8221;. Ya, itu lah program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Program studi yang aku cita-citakan sejak SMA. Aku ingin masuk ITB, belajar ilmu IPA yang ada IPSnya. Dan ternyata Allah menjodohkanku dengan PWK. Jadi dapat kukatakan, Allah telah memilihku untuk masuk PWK ITB. Ini jalan ku.</p>
<p>Sebentar lagi adalah fasa menentukan dalam hidup. Aku akan memilih langkah dalam hidup. Fasa penting hidupku pernah aku lewati. Ketika menjelang lulus SMP, entah aku dapat ilham dari mana, aku &#8220;merengek&#8221; ke orang tua untuk memasukanku ke pesantren. Padahal waktu itu aku bisa masuk ke SMA favorit di kota Bogor. Akhirnya aku berguru di sebuah desa di Sukabumi. Kemudian menjelang lulus SMA, aku jatuh cinta kepada kampus Ganesha. Aku pun ber azzam untuk masuk ke Ganesha. Waktuku akan tiba, untuk kembali memutuskan. Langkah apa yang akan kutempuh.<br />
Saat aku menumpahkan isi hatiku ini aku sedang mencoba meraba, membayangkan, dan mulai berdialog dengan diriku akan sebuah cita-cita. Aku akan berkarya, dengan ilmu yang Allah titipkan kepadaku dan akan terus memperdalamnya sebagai insan manusia. Aku ingin belajar dan terus belajar hingga tiba waktuku untuk bertemu dengan Nya. Aku ingin berkarya, melihat dunia, dan memberi asa kepada orang-orang. Aku berdoa agar keyakinan tertanam dan akan terus mendalam sampai aku pun sulit untuk mencabutnya. Jika aku miskin, percayalah Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya, jika aku tergelincir percayalah Allah pun tidak akan melupakan ku.</p>
<p>Kepada Ayah dan Bunda, Aku mohon doa kalian. Darah ini senantiasa menjadi saksi pengorbanan ayah dan bunda.</p>
<p>Kepada adik dan kakakku, aku bahagia memiliki kalian. I love you brother and sister&#8230;</p>
<p>Berbagi kepada kalian yang dalam kebimbangan.</p>
<p>Sesungguhnya, hidup adalah tentang menaklukan masalah.</p>
<p>From</p>
<p>Dr. Bobby Rahman</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=132&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/25/menentukan-langkah-kehidupan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.elroybikemeet.com/images/longroad.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>CINTA MONYET TAK JAMIN KEBAHAGIAAN</title>
		<link>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/21/cinta-monyet-tak-jamin-kebahagiaan/</link>
		<comments>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/21/cinta-monyet-tak-jamin-kebahagiaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 01:54:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bobby86</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bobby86.wordpress.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: BOBBY CHANDRA
TEMPO Interaktif, London: Cinta monyet atau cinta pada pandangan pertama memang berjuta rasanya. Tapi satu penelitian terbaru menyebutkan bila ingin mendapatkan kebahagiaan di kelak  kemudian hari, lebih baik menghindari cinta monyet sama sekali.

Kesimpulan itu terdapat dalam buku bertajuk Changing Relationships, kumpulan tulisan penelitian baru dari para pakar sosiologi terkemuka Inggris yang disunting [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=127&subd=bobby86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh: BOBBY CHANDRA</p>
<p>TEMPO Interaktif, London: Cinta monyet atau <em><strong>cinta pada pandangan pertama</strong></em> memang berjuta rasanya. Tapi satu penelitian terbaru menyebutkan bila ingin mendapatkan kebahagiaan di kelak  kemudian hari, <em>lebih baik menghindari cinta monyet sama sekali</em>.<br />
<span id="more-127"></span></p>
<p>Kesimpulan itu terdapat dalam buku bertajuk Changing Relationships, kumpulan tulisan penelitian baru dari para pakar sosiologi terkemuka Inggris yang disunting Malcolm Brynin, peneliti di Institut untuk Penelitian Sosial dan Ekonomi di University of Essex, Inggris.</p>
<p>Brynin menemukan kegembiraan cinta pertama dapat merusakkan hubungan masa depan. &#8220;Menakjubkan, tampaknya rahasia mencapai kegembiraan dalam hubungan adalah dengan mengelak dari cinta pertama yang terlalu asyik,&#8221; kata Brynin seperti yang dipetik dari Guardian.co.uk, Sabtu (18/1) silam.</p>
<p>Saat meneliti komponen bagi hubungan cinta jangka panjang yang berhasil, Brynin menemukan keasyikan cinta pertama dapat memunculkan hal-hal yang tak realistis.</p>
<p>&#8220;Jika anda berada dalam cinta pertama penuh keasyikan dan membenarkan perasaan itu menjadi tanda hubungan yang dinamis, kemudian saat cinta itu sudah tidak dapat dielakkan, hubungan cinta masa depan yang lebih dewasa menjadi membosankan dan mengecewakan,&#8221; ucap dia.</p>
<p>Orang dewasa dalam hubungan cinta jangka panjang yang berhasil adalah mereka yang bersabar dan mengambil pandangan pragmatis mengenai hal yang diperlukan dari satu hubungan.</p>
<p>Katanya, masalah bermula bila seseorang itu bukan saja coba mendapatkan apa yang diperlukan bagi hubungan lebih matang tetapi juga berusaha mengekalkan kenyamanan dan keasyikan yang diperoleh dari cinta monyet.</p>
<p>&#8220;Kesimpulannya jelas: jika anda dapat melindungi diri dari keasyikan dalam hubungan pertama, Anda akan lebih bahagia dalam cinta selanjutnya,&#8221; tutur Brynin.</p>
<p>Pandangan Brynin didukung oleh pengamat psikologi sosial di University of Central Lancashire, Dr Gayle Brewer, yang mengatakan: &#8220;Jika Anda membandingkan hubungan dewasa dengan cinta monyet, Anda menggunakan pertanda tunggal, yaitu keasyikan dan keintiman yang tidak realistis.&#8221;</p>
<p>Sumber: Tempointeraktif.com, Selasa, 20 Januari 2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bobby86.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bobby86.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bobby86.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bobby86.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bobby86.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bobby86.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bobby86.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bobby86.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bobby86.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bobby86.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bobby86.wordpress.com&blog=2420784&post=127&subd=bobby86&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bobby86.wordpress.com/2009/01/21/cinta-monyet-tak-jamin-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5475bcee38239e79c878e83a09698541?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bobby86</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>