Menjadi lebih baik setelah bencana

Saat kecil, saya senang menonton film dragon ball. Saat ini pun, saya tahu, ada serial terbaru mengenai film ini. Film ini dulunya adalah serial komik yang berasal dari Jepang. Hal yang paling saya suka di dalam komik dan kartun ini adalah cerita tentang bangsa saiya, bangsa yang semakin kuat apabila melewati masa-masa kritis setelah pertempuran. Melalui komik dan cerita ini, saya terinspirasi dan menganalogikannya dengan kehidupan nyata di dunia ini.

Dari waktu ke waktu, kehidupan ini sebagian besar adalah ujian. Dari mana pun sudut pandang kita. Rasa puas yang tidak ada batasnya mendorong setiap sendi kehidupan kita adalah ujian. Bagaimana proses kita melalui ujian. Berhasil dan kegagalan senantiasa menemani. Semakin tinggi standar hidup semakin tinggi risiko untuk menjadi gagal.

Saya ingin mengangkat sebuah quote dari seorang philosophers Jerman abad 19, Friedrich Nietzsche, yang mengatakan bahwa sesuatu yang tidak membuat kita mati, akan membuat kita lebih kuat.

Bersambung……

 

Advertisements

Penelitian Tentang Pertahanan

Publikasi berikut adalah hasil master tesis saya ketika mengambil S2 di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan). Penelitian ini menganai kajian terhadap penilaian ketangguhan masyarakat yang dihubungkan dengan doktrin pertahanan Indonesia. Meminjam dari doktrin militer, pertahanan semesta, sesungguhnya telah terjadi pergeseran dari ancaman tradisional (militer) ke ancaman non tradisional (non Militer). Fokus penelitian ini mengangkat mengenai pergeseran tersebut dan ingin mengetahui apakah doktrin pertahanan semesta relevan dengan kondisi yang muncul akibat adanya ancaman non tradisional.

Link artikel:

identifikasi-ciri-pertahanan-semester-di-dalam-ketangguhan-masyarakat

 

Semoga bermanfaat.

Terima Kasih

Nama, Doa dan Ikhtiar

Nama adalah doa. Demikian yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau juga mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya setelah berdoa. Yaitu berikhtiar. Seringkali kita menemukan nama-nama orang yang demikian indah dan sarat dengan makna doa yang sangat mulia. Nyatanya, seringkali perbuatan dan nama bagai pepatah, jauh panggang dari api. Jadi, apa yang salah apabila demikian?

Apabila nama adalah doa, maka selanjutnya adalah ikhtiar. Siapa yang berikhtiar? Yang paling utama adalah orang tua. Orang tua yang mendoakan anak mereka melalui nama. Nama yang diberikan adalah sebuah doa. Orang tua berikhtiar untuk mewujudkan doa tersebut melalui ikhtiar agar doa tersebut dapat terkabul. Di titik inilah tanggung jawab besar seorang tua.

Sebagai contoh, apabila ada orang tua yang memberikan nama kepada anaknya agar kelak anaknya menjadi seorang pemimpin maka selama mendidik dan mengasuh anak ikhtiar yang dilakukan diupayakan agar dapat memiliki karakter tersebut. Hal ini perlu kita renungi bersama. Sudah sepatutnya kah kita memberi nama anak dengan diiringi dengan ikhtiar tersebut? Urusan orang tua tidak berhenti saat memberikan nama kepada anak. Memberikan nafkah materil maupun moril. Namun mengupayakan agar doa yang melekat kepada anak tersebut dapat dijabah oleh yang maha kuasa.

Leuven, Januari 2017

It Is A Long Time Not Write in Blog

May it has about 6 months from my last post in blog. My last post about the information scholar from Indonesian Defense University place where i am studying.
When i remember that i have wordpress account and blog i interested to write again. I want to learn english and to learn writing. So, if my english is not good, please accepted. :).
In this chance, i want to share about my experience have child, a boy child. It is 13th days from my first child born. I very glad my first child have born. My feel very wonderful.

BEASISWA INDONESIA DEFENSE UNIVERSITY 2011

Master Scholarships in School of Defense and Strategic Studies at Indonesia Defense University (2011)

School of Defense and Strategic Studies, Indonesia Defense University, now opening recruitment of students for Master Degree in three programs:

a. Defense Economics

b. Defense Management

c. Disaster Management for National Security

All the IDU’s students get scholarship in term of free tuition fee during study and additional supports. There is no obligation to work in the Ministry of Defense, but the students will be expected to be the leader in undertaking national defense and global strategic challenges.

Selection process will be conducted in Jakarta.

Qualifications for general requirements:

1. For military/police: minimum rank Captain – Lieutenant Colonel

(graduated from Officer Advance Course/Suslapa)

2. For non-military: minimum S1 Degree from reputable university with minimum GPA 3.00

3. Excellent in English is a must (Min TOEFL 500)

4. Have some basic knowledge of the Indonesian Defense System

Process of registration will be closed on 15th April 2011. Selected candidates have to commit a full time course for duration of one and a half (1.5) years. For further information, applicant can access through http://www.idu.ac.id or contact Voily/Subur on 021-3924 235.

 

School of Defense and Strategic Studies

Indonesia Defense University

Ministry of Defense

Jl. Salemba Raya No. 14, Jakarta 10430

ANTARA KORBAN DAN PENYINTAS BENCANA

Indonesia berada di antara bencana-bencana. Akhir-akhir ini media tidak henti-hentinya memberitakan tentang kejadian bencana di tanah air. Di tengah-tengah berita tersebut kita sering mendengar kata “korban” untuk menyebut orang-orang yang terkena dampak bencana. Ada istilah lain yang belum begitu populer untuk menyebut orang yang selamat dari musibah bencana, yaitu penyintas. Berikut sedikit catatan tentang penggunaan kata korban dan penyintas dalam konteks bencana. Continue reading “ANTARA KORBAN DAN PENYINTAS BENCANA”