Birokrasi

Sebuah kesalahan harus dibenarkan baik melalui hati atau tangan (kekuasaan). Sebuah kesalahan yang sudah menaun dan akut membutuhkan perubahan mendasar dan substansial melalui reformasi atau revolusi.

Birokrat dan pemimpin politik merupakan dua hal yang berbeda saat ini. Pemilihan secara langsung oleh rakyat memungkinkan seorang untuk menjadi pemimpin pemerintahan (pemimpin politik) walaupun tidak memiliki karier di pemerintahan sebelumnya. Maka saat ini, sering kita mendengar istilah calon kepala daerah incumbent (ex-pejabat).

Makna kata birokrat awalnya adalah kata yang bebas nilai (netral), artinya tidak memiliki konotasi baik atau buruk. Seiring dengan berjalannya waktu dan sering terdengar nada miring terhadap kinerja dan sikap aparat negara (dari tingkat RW-setda hingga Dirjen) maka masyarakat mengkonotasikan birokrat tersebut menjadi negatif.

Perbaikan? Sebuah keniscayaan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, dibutuhkan kesadaran bersama untuk memperhatikan kejujuran dalam bekerja dan semangat mengabdi sebagai warga dari sebuah negara. Kesadaran tersebut belum cukup tanpa diimbangi oleh kenyamanan dalam bekerja (hukum sebab akibat, bahwa tidak akan terjadi sesuatu apabila tidak ada sebabnya) salah satunya berupa jaminan kesejahteraan. Sikap tersebut juga bukan merupakan sikap yang dapat diubah seperti ketika membalikan telapak tangan. Attitude seperti itu merupakan buah dari pendidikan karakter yang telah ditanam sejak kecil. Indikasi untuk mengukur karakter kejujuran yang diharapkan bisa dilihat dari keseharian kita. Perhatikan suasana ketika kita sedang ujian. Apakah suasana hening dan setiap orang mengerjakan sesuai dengan kemampuan dan persiapan yang telah dilakukan? Apabila demikian maka masa depan negara ini cerah secerah mentari di katulistiwa. Tetapi apabila suasana di ruangan tersebut seperti ruang bursa efek atau bilik-bilik untuk orang saling berkomunikasi bertukar informasi maka masa depan Indonesia masih akan mendung seperti kesedihan saudara-saudara kita di lokasi penampungan bencana.

Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk memperbaiki kinerja aparatur negara (abdi masyarakat).

Reformasi birokrasi dan Teladan kepemimpinan.

Saat ini dibutuhkan orang-orang yang memiliki keteguhan untuk berjuang diberbagai medan amal. Birokrasi merupakan salah satu ladang amal yang terbukan amat lebar. Perhitungan untung rugi apakah masuk birokrasi atau tidak akan menghasilkan hasil yang sudah jelas, secara dunia kehidupan akan serba pas-pasan, tetapi secara amal hal ini merupakan amal yang amat nyata. Timbul pertanyaan bagaimana agar berjuang di birokrat ini tidak mudah menyerah atau luntur? Menurut seorang kawan beberapa waktu lalu, perjuangan ini membutuhkan kemampuan politik yang baik (politik dalam arti luas yaitu kemampuan menempatkan diri dan memanfaatkan situasi negatif menjadi positif sehingga tidak mudah tersingkir). Selain itu, kebersamaan merupakan hal yang akan menguatkan, sama seperti strategi yang dikatakan oleh sun tzu, bahwa

kunci kemenangan dalam peperangan adalah

tidak mengenal takut,

kebersamaan, dan

disiplin.

Allah SWT pun berfirman di dalam Al-Qur’an dalam surah As-Shaff:4 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”.

Prinsip yang digunakan mengapa masuk ke dalam birokrasi yaitu, memperbaiki dari dalam. Sedangkan metode yang kedua yaitu melalui teladan kepemimpinan. Cara yang kedua ini memungkinkan seorang yang bukan pejabat karier untuk memimpin birokrat. Kekuatan pemimpin dalam mengelola masalah untuk mencapai tujuan amat dibutuhkan. Dalam hal ini, politik merupakan hal yang akan menjadi bagian dari kepemimpinan tersebut. Bahwa yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s