Hijrah

What Doesn’t kill you will make you stronger

Jika kau merasa beban dan cobaan hidup demikian berat cobalah pelajari kisah orang-orang sukses. Mereka adalah orang-orang yang sanggup mengubah cobaan menjadi pembelajaran dan memperbaiki diri agar menjadi lebih baik. Tidak ada seorang pun yang dianggap sukses oleh lingkungan melewati hidup ini dengan suka terus menerus. Kesuksesan hanyalah bagian dari cerita hidup mereka bukan seluruh bagian hidup mereka. Maka syukurilah setiap cobaan yang ada.

Sebuah mobil sedan BMW melaju menuju sebuah kampung. Kampung tersebut relatif nyaman dan terpencil karena tepat berada di atas bukit. Jalan menuju sekolah relatif bagus, barangkali karena selama ini partai penguasa selalu menang kala itu atau karena memang ada sebuah sekolah yang berdiri megah di sana.

Dari dalam BMW biru dongker tersebut muncul seorang anak belasan tahun dengan wajah dan kulit putih sedikit mirip warga keturunan cina. Bagi teman-temannya, barangkali dia adalah seorang warga keturunan yang baru saja “disekolahkan” oleh orang tuanya di sebuah sekolah berlabel pesantren. Tetapi bagi anak tersebut inilah impiannya. Impian yang baru saja terwujud. Sebuah sekolah yang akan menjawab keresahannya selama ini.

Beberapa waktu sebelumnya

Berawal dari pertemuan rohis tahun ketiga di sekolahnya. Dia berpikir kembali tentang eksistensi dirinya. Menjelang lulus dari sebuah sekolah yang telah membuat dirinya mendapatkan pergaulan anak muda masa kini. Teman-teman yang dapat dikatakan dekat, pacar, dunia musik, popularitas, nilai baik, dan sebagian impian anak-anak seusianya. Tetapi itu semua tidak dapat menjawab keresahan dirinya tiap kali adzan maghrib berkumandang. Ketika derap langkah anak-anak pergi untuk membaca Al-Qur’an. Seorang guru mengaji yang datang ke rumah tiap beberapa hari ke rumah pun belum dapat mengurangi keresahan tersebut. Keresahan ketika membaca ayat-ayat-Nya dengan terbata-bata.

Di sekolahnya pun kondisi telah membuat dirinya tertekan. Seseorang telah membuat dirinya patah hati, yang baru dapat ia lupakan sekitar 5 tahun kemudian. Cinta anak muda yang membuatnya harus menghindar dari kenyataan.

Seorang teman satu bandnya mengatakan ingin melanjutkan sekolah di pesantren. Pada awalnya hal tersebut tidak ditanggapi serius olehnya. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu dan mulai ikut dalam kegiatan rohis sekolah di penghujung kelulusan perasaan aneh mulai menghantui dirinya. Entah tiba-tiba ide melanjutkan ke pesantren menjadi bayang-bayang yang selalu menghantuinya. Ditambah dengan kehidupan hatinya yang menuntut untuk menghindar dari kenyataan membuat ide sekolah di pesantren menjadi semakin menarik. Perasaan campur aduk antara keinginan memperbaiki diri dalam persoalan agama dan keinginan melarikan diri dari kenyataan.

Tanpa keraguan akhirnya ia sampaikan kepada orang tuanya. Rasa segan yang muncul ketika berhadapan dengan ayahnya ia tampik jauh-jauh. Yang ada di dalam fikirannya saat itu adalah aku ingin menjadi lebih baik, meringankan fikiran dan depresi yang selama itu menghantuinya. Aku ingin sekolah di pesantren. Bayangan yang muncul adalah sekolah yang mengkaji kitab dan sebagian besar waktu diisi dengan membaca Al-Qur’an. Itu saja, sederhana. Walaupun pada akhirnya Sang Maha Kuasa membawa dirinya ke sekolah yang menghantarkan dirinya ke sebuah dunia baru dan gerbang masa depan “yang tidak pernah terbayang sedikit pun oleh dirinya”, masuk ke sebuah institusi pendidikan yang konon terbaik di negeri ini.

Seseorang yang pernah membuatnya patah hati kini hanya menjadi kenangan masa lalu. Tiga tahun kehidupan baru membuat dirinya sadar bahwa hubungan antar manusia yang disebut pacaran itu tidak ada. Kepercayaan diri dalam beribadah kini perlahan tumbuh walaupun disadari bahwa masa belajar itu belum selesai bahkan masih jauh dari cukup.

Bocah yang telah dewasa tersebut menghadapi tantangan baru, kesulitan ekonomi. Usaha orang tuanya ambruk. Rumah tergadai. Mobil sedan BMW berwarna biru dongker telah berganti pemilik. Kiriman bulanan diketahuinya adalah pinjaman dari orang lain bukan pendapatan orang tuanya. Bahkan dirinya harus menghadapi kenyataan memulai kehidupan di kampus impian tidak mampu menyewa kamar kos selama satu tahun. Satu hal yang menjadi rahasianya, tidak ada seorang pun menyadari kesulitannya jika bukan ia yang cerita pada orang lain. Kata orang tuanya itu adalah sebuah kelebihan. Membuat orang lain tidak perlu menjadi susah dengan keberadaan dirinya.

Bagaimana kisah selanjutnya dari petualangan rohani bocah ini? Akankah masa lalu cinta akan kembali terbarui dengan ruang dan waktu yang berbeda? Love is blind.

“Dari Amirul Mukminin, Umar bin Khatthab radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: Sesungguhnya seluruh amalan itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan rasul-Nya, maka hijrahnya menuju keridhaan Allah dan rasul-Nya. Barang siapa yang berhijrah karena mencari dunia atau karena ingin menikahi seorang wanita, maka hijrahnya tersebut kepada apa yang dia tuju.” (HR. Bukhari no. 1, Muslim no. 155, 1907)

One thought on “Hijrah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s