Hendrik…Temanku Penjual Somay

Jatinangor 11 november 2008

Siang itu agak terik. Aku sedikit berkeringat untuk mencapai sebuah masjid. Setelah wudhu aku masuk ke dalam masjid. Di dalam masjid terdapat beberapa orang yang sedang shalat munfarid. Aku menoleh ke belakang dan mendapati seseorang yang baru masuk dari pintu. Aku lantas mendekatinya dan memberikan isyarat untuk mendekat di sebelah kananku. Ia pun mendekat. Shalat berjamaah pun dimulai. Ketika asyik membaca surat di rakaat pertama, makmun disebalahku ruku. Aku terus melanjutkan shalat dan menyelesaikannya. Makmun yang tadi juga melanjutkan shalat sendiri.

Setelah shalat aku mencoba menyapa sahabat yang tadi shalat di sebelahku. Aku ingin memberi tahunya bahwa sebenarnya tadi aku mengajaknya shalat berjamaah.

“Nama saya bobby. Nama adik siapa?”, tanyaku kepadanya. Aku melihat wajahnya agak gugup. Usianya kuperkirakan belasan tahun makanya aku memanggilnya adik. “Hendrik.”, sedikit agak tidak terdengar. “Tinggal di daerah sini?”, tanyaku lagi. “Tidak”, jawabnya singkat. “Ooo. Lalu dari mana asalnya?”. “Saya dari Majalengka kang”. jawabnya dengan suara pelan. “Lagi ngapain di sini dik?”, aku makin penasaran. “Jualan somay”. “Tinggal di sini di Cibeusi”, jawabnya lagi.” Wah, saya di sini juga jualan dik, tuh di depan kampus”, kataku. Mencoba untuk dekat dengannya. Responnya pun berubah. Dia seperti mempunyai teman. “Asalnya dari mana kang?”, tanya nya. “Dari Bogor”.”Pulangnya berapa tahun sekali kang?”, tanyanya kembali. “Biasanya sekitar 3-4 bulan sekali dik”, sambil tersenyum padanya karena bertanya dengan satuan waktu tahun. Aku berpikir beruntung sekali aku ini. Aku masih bisa pulang dengan orde bulan bukan waktu yang dia tanyakan.

Pikiranku langsung menebak bahwa teman kecilku ini sudah putus sekolah. Aku memperhatikan dari caranya menjawab dan wajahnya yang mirip diriku ketika dulu masih SMP. “Sudah tidak sekolah donk?”.”Ya”, jawabnya singkat. “Terakhir sekolah kelas berapa?”.” SD kang”. Aku mencoba mencari info tentang temanku ini. Mencoba menyelami kehidupannya dan merasakan perjuangan hendrik temanku itu.

Setelah bertanya ke sana kemari dengan kosakata yang benar-benar aku filter. Akhirnya aku mengetahui bahwa hendrik berusia 15 tahun. Sudah hampir 1 tahun tinggal di jatinangor. Sebelumnya pernah tinggal di Bandung daerah Antapani. Waktu lulus SD langsung kerja di pabrik. “Pelanggaran UU Perlindungan Anak”, dalam hatiku. Dari jualan somay keliling pendapatan bersihnya cuma 10-15 ribu. Itu pun dia agak bingung menjelaskannya. Hendrik anak kedua dari lima bersaudara, salah seorang adiknya telah pulang ke pangkuan Allah SWT. Adiknya ada tiga orang lagi.

Pembukaan UUD 1945

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,…..

Dilanjutkan
Pasal 34
(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara
(2) Negara mengembangkan sistem jaringan sosial bagi seluruh rakyat dan
memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan
martabat kemanusiaan.

Sampai jumpa saudaraku hendrik…

Salam perpisahan darinya

“Nanti ketemu lagi yang kang?”

“Ya”…..

4 thoughts on “Hendrik…Temanku Penjual Somay

  1. bobby,,,,
    bagus sekali kau bisa menguasai lingua franca mereka bob…

    hebat..

    persiden kita kemana aja ya?

    kayaknya buat orang kayak mereka siapapun presidennya sama sekali gak berpengaruh,, karena kalaupun mereka punya sesuatu untuk diaspirasikan, mereka gak tau gimana cara mengaspirasikannya..

    beruntunglah kau dlahirkan di keluarga yang bisa membuatmu bersekolah…

    kasyfi, FT 04

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s