PENGAMEN, MENJUAL JASA ATAU MEMAKSA?

Pernahkah Anda ketika sedang makan di sebuah kaki lima didatangi oleh pengamen?

Berapa kali dalam satu waktu makan tersebut didatangi oleh pengamen?

Pernah suatu saat sedang makan di sebuah kaki lima. Kalau diperhatikan bisa berkali-kali pengamen yang datang ke meja tempat saya makan. Cara mereka untuk mengamen pun berbeda-beda. Ada yang menyanyikan beberapa lagu hingga selesai baru kemudian mendekati pendengar untuk meminta imbalan, tetapi ada pula yang pertama muncul sudah menyodorkan gelas plastik berisi uang dengan pandangan menghindari pendengar seolah tidak melihat penolakan pendengar.

Keberadaan pengamen bagi saya merupakan sebuah dilema tersendiri. Saya mencoba mengapresiasi kepada pengamen yang secara tulus memberikan suaranya untuk diperdengarkan (walaupun kadang bertanya pula apakah kita membutuhkannya di saat yang tepat?). Saya juga merasa diperas oleh pengamen yang hanya minta diusir ketika pendengar telah memberikan uang yang, menurut saya, mereka minta secara paksa. Bagaimana tidak, ketika lagu yang didendangkan belum selesai kok pengamen sudah pergi? Apa bedanya dengan pemalak (istilah bagi orang yang meminta uang secara paksa)? Datang untuk menjual jasa suara atau memaksa diberi uang?

Menjamurnya pengamen di berbagai tempat bisa dikatakan sebuah akibat dari kurangnya lapangan pekerjaan yang memadai. Hal ini bisa kita amati dengan ragam suara, usia, dan pendidikan. Dari mulai balita hingga lanjut usia juga ada, dari suara fals hingga seriosa, dari tidak bersekolah hingga mahasiswa ikut serta. Bisa dikatakan mengamen adalah profesi universal.

Kembali kepada judul di atas. Mengamen adalah sebuah pekerjaan yang menawarkan jasa tarik suara. Kemudian bertransformasi menjadi sebuah usaha untuk memaksa. Berlaku tidak simpatik ketika mendapat penolakan dan menanti diberi kompensasi ketika itu pula berhenti. Itu lah realita sosial yang terjadi. Sampai saat ini, belum ada solusi yang dapat kita berikan. Yang perlu dan benar-benar kita sadari adalah bagaimana membedakan pengamen yang perlu diapresiasi karena menjalankan profesinya dengan baik dengan yang hanya memaksa.

Ini hanya pendapat pribadi

One thought on “PENGAMEN, MENJUAL JASA ATAU MEMAKSA?

  1. hmm, itu sering bob. klo sy mah ya, klo mau ngasi ya ngasi aja. terlepas bhw memang ada penilaian pertama dlu si, hehe. klo sy meresa perlu ngasi ya sy kasi, klo engga ya mending infak di tempat laen. tp ya pada intinya mah, klo udh diniatin mo infak mah kasi aja.. perkara ntar dipake buat apa itu biar Allah yg ngitung hehe. klo lagu si pengamen bagus n enak suaranya sy kasi dah, hihi, klo jelek ya maap2 aja. haha! biar worthy lah sy ngsi jg, hihihii..
    pernah ada kejadian sy dipaksa dg setengah teriak n maksa pisanlah.. ahirnya sy balas bentak, hihi, kejamnya diriku. klo dipaksa sampe dibentak ato dimaki2 si biasanya diriku akan balas ngomel dg lebih pedas “ye! minta jg maksa! emang ga ada kerjaan laen apa? ngegantung idup di tangan orang! dasar males!” yaa, itu kira2 yg agak sopan klo kluar bentakannya… hahahhaa..

    udah ah,,, komen asa posting aja ini mah😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s