MENGHADIRKAN KEYAKINAN SAAT MEMILIH

Pernah dihadapkan pada pilihan sulit? Dilema antara pilihan-pilihan yang menggiurkan? Tidak tega melepas pilihan? Merasa salah memilih? Mengapa yang bukan pilihan terasa lebih indah/baik? Mengapa banyak orang tidak nyaman ketika harus memilih? Jika Anda menghadapi dan sering menghadapi hal tersebut. Baca sejenak tips berikut. Semoga tidak membuat kapok untuk memilih. Dan Anda akan merasa tiap pilihan adalah hal terbaik yang pernah Anda putuskan.

Memilih merupakan sebuah aktivitas yang sering kita lakukan di dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal remeh hinggal hal besar merupakan bagian dari pilihan. Ketika sarapan, disediakan makan ringan atau berat, kita dihadapkan pada pilihan. Mau mengenakan kombinasi kemeja dan dasi pun merupakan pilihan.

Ada pula pilihan yang menjadi dilematis karena sangat mempengaruhi secara konsisten dan dalam waktu lama. Pilihan tersebut biasanya hal yang menjadi sulit dipilih, apalagi ketika tidak memiliki pertimbangan matang dan tepat. Seperti pilihan jurusan atau program ketika kuliah atau memilih bekerja kantoran atau berwirausaha misalnya.

Ada nasihat yang mengatakan “sebelum memutuskan, seorang hamba mesti membuka mata dan telinga lebar-lebar dan menengadahkan tangan ke langit, tapi setelah memutuskan, ia mesti menutup mata dan telinga rapat-rapat seraya terus menengadahkan tangan ke langit.”

Mengapa proses memilih dapat menjadi sangat sulit dan terkadang sangat mudah? Setiap orang pernah melalui keadaan ketika memilih dengan mudah dan memilih dengan sulit. Ada yang mengatakan bahwa memilih itu sulit karena kita sangat khawatir terhadap konsekuensi yang akan terjadi. Pilihan akan sulit ketika berbanding lurus dengan konsekuensi. Konsekuensi sangat bergantung terhadap ekspektasi dan harapan kita. Apabila konsekuensi yang akan terjadi bukanlah hal yang sangat kita harapkan atau minimal harapan kita sangat rendah terhadap konsekuensinya, maka secara langsung akan dapat disimpulkan bahwa pilihan tersebut bukanlah pilihan sulit.

Bisa jadi pilihan menjadi sulit ketika momentum tersebut merupakan sesuatu yang jarang terjadi. Kesempatan yang jarang berulang atau memerlukan usaha lebih untuk mencapai momentum tersebut. Maka saat itu dikatakan kondisi memilih dengan sulit.

Bagi sebagian orang, kategori memilih sulit atau mudah bergantung terhadap pribadi masing-masing. Ada orang yang sangat teliti dan memiliki kekuatan dalam pertimbangan maka pilihan semua akan menjadi sulit. Mengapa? Karena setiap pilihan terbayang konsekuensi yang terjadi, terlebih konsekuensi yang terbayang merupakan konsekuensi negatif (jikalau tidak sesuai harapan).

Jadi, hal pertama yang dilakukan dalam menghadapi pilihan-pilihan sulit adalah berusaha untuk serileks mungkin. Kedua, mencari informasi sebanyak-banyaknya dan keakuratan tingkat tinggi. Ketiga, menanamkan keikhlasan atas apa yang akan terjadi kemudian dengan mempertahankan sikap optimis dan positif.

Poin pertama merupakan hal penting untuk menjernihkan pikiran saat memilih. Kekalutan hanya akan menimbulkan kompleksitas dan memperbesar masalah karena akan memperkeruh isi otak. Kecenderungan manusia akan masuk dalam tekanan dan sulit berpikir ketika pikiran dan hati dalam kondisi tidak jernih, mempermasalahkan sesuatu yang seharusnya tidak menjadi masalah.

Poin kedua dapat dijelaskan dengan sebuah cerita ketika ilmu peluang (statistik) pertama kali dikembangkan. Teori peluang muncul dari sebuah permainan judi, yang pemain-pemain judi menghendaki kepastian dalam memasang taruhan dan memperbesar kemenangan. Seperti halnya memilih, agar memperbesar ketepatan pilihan dan keyakinan dilakukanlah pencarian informasi dengan akurasi informasi data yang kuat. Jika diperlukan menggunakan metode-metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengembangan ilmu-ilmu survei sangat pesat hingga saat ini. Bahkan muncul lembaga-lembaga yang menjual ketepatan analisis untuk memenangkan calon dalam pemilu misalnya. Poin kedua penting untuk menimbang secara rasional dan terukur peluang terbesar untuk memperoleh pilihan terbaik.

Poin ketiga merupakan poin penting untuk memperkuat peluang pilihan kita akan menjadi terbaik dengan prasangka-prasangka baiknya. Dengan bahasa lain, prasangka tersebut merupakan do’a. Rhonda Bryne memaparkan secara detail kekuatan pikiran dan prasangka terhadap kenyataan yang diinginkan, dalam penelitiannya yang sangat terkenal, the secret.

Ketika selesai memilih, proses belum selesai. Tanggung jawab kita belum berakhir. Langkah selanjutnya adalah memelihara kepercayaan dan keyakinan terhadap pilihan tersebut. Percayalah bahwa tiap pilihan memiliki dua sisi, sisi baik dan sisi buruk. Pertahankan sisi baik berada di pikiran Anda ketika telah memilih. Buanglah jauh-jauh keinginan melihat ke pilihan lain, karena pilihan lain hanya akan terlihat sisi baiknya saja. Rumput tetangga selalu lebih indah. Itu pepatah yang merepresentasikan kondisi ketika melihat pilihan lain.

Ada sebuah nasihat yang indah untuk memegang teguh pilihan kita. Jika kita senantiasa melihat apa yang ada di luar pilihan kita, niscaya kita akan melupakan dan melewatkan keindahan yang ada dalam pilihan kita. Engkau tak akan pernah menemukan sesuatu yang terbaik dan terburuk di saat bersamaan, maka lakukanlah sesuatu untuk mengubah yang baik menjadi terbaik dan sesuatu yang buruk menjadi baik.

Bagaimana menurut Anda? Sudahkah memiliki keputusan untuk memilih salah satu?

Atau memilih untuk tidak memilih?

(Cibinong, 16 Februari 2010)

2 thoughts on “MENGHADIRKAN KEYAKINAN SAAT MEMILIH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s