ANTARA KORBAN DAN PENYINTAS BENCANA

Indonesia berada di antara bencana-bencana. Akhir-akhir ini media tidak henti-hentinya memberitakan tentang kejadian bencana di tanah air. Di tengah-tengah berita tersebut kita sering mendengar kata “korban” untuk menyebut orang-orang yang terkena dampak bencana.Ada istilah lain yang belum begitu populer untuk menyebut orang yang selamat dari musibah bencana, yaitu penyintas. Berikut sedikit catatan tentang penggunaan kata korban dan penyintas dalam konteks bencana.

Kita sering mendengar sebutan bagi orang-orang yang terkena musibah akibat bencana baik karena kehilangan harta, jiwa, atau pun mengalami kerugian psikologis. Orang-orang tersebut sering disebut sebagai “korban”. Tetapi sebenarnya apakah sebutan tersebut sudah tepat atau tidak tepat sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan terminologi dalam penanggulangan bencana?

Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi tahun 2008, kata korban didefinisikan sebagai orang, binatang, dan sebagainya yang menderita (mati dan sebagainya) akibat suatu kejadian. Kata Penyintas memiliki kata dasar sintas dan diberi imbuhan pe-, karena dalam kaidah bahasa Indonesia kata yang memiliki huruf awal KPTS setelah mendapat imbuhan awal pe– maka huruf awal dari kata dasarnya menjadi luluh sehingga pe– bertemu dengan sintas menjadi penyintas. Sekarang apa definisi penyintas di dalam KBBI? Kata penyintas didefinisikan sebagai kata sifat yang berarti terus bertahan hidup, mampu mempertahankan keberadaannya, sehingga penyintas didefinisikan sebagai orang yang mampu bertahan hidup.

Mengapa benar dalam menggunakan istilah antara “korban” dan “penyintas” menjadi penting dan perlu? Dalam bahasa Indonesia menggunakan kata korban untuk menyebut orang-orang yang terkena dampak bencana bisa jadi tidak terlalu salah karena secara arti dapat dibenarkan. Tetapi ketika menggunakan kata “korban” dalam konteks penanggulangan bencana perlu kehati-hatian. Kata “korban” memiliki konotasi bahwa orang tersebut tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan bertahan hidup, dengan kata lain pasif. Sedangkan penghargaan kepada orang yang mampu bertahan hidup dari bencana menjadi sangat penting karena orang-orang tersebut bisa jadi masih memiliki daya dan berhasil bertahan hidup. Sehingga orang yang selamat dari bencana layak disebut sebagai penyintas.

Padanan kata penyintas dalam bahasa Inggris adalah survivor. Survivor diterjemahkan sebagai orang yang selamat. Maka padanan kata dalam bahasa Indonesia yang dapat menerjemahkan kata dengan lebih singkat tanpa mengurangi maksudnya adalah penyintas.

Penggunaan kata penyintas untuk menyebut orang-orang yang selamat dari bencana biasa dilakukan oleh penggiat dan aktivis penanggulangan bencana. Diksi penyintas dianggap lebih mewakili kondisi sebenarnya orang-orang yang selamat tersebut karena memberikan penghargaan kepada orang yang selamat dibandingkan hanya kata korban.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s