Nama, Doa dan Ikhtiar

Nama adalah doa. Demikian yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau juga mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya setelah berdoa. Yaitu berikhtiar. Seringkali kita menemukan nama-nama orang yang demikian indah dan sarat dengan makna doa yang sangat mulia. Nyatanya, seringkali perbuatan dan nama bagai pepatah, jauh panggang dari api. Jadi, apa yang salah apabila demikian?

Apabila nama adalah doa, maka selanjutnya adalah ikhtiar. Siapa yang berikhtiar? Yang paling utama adalah orang tua. Orang tua yang mendoakan anak mereka melalui nama. Nama yang diberikan adalah sebuah doa. Orang tua berikhtiar untuk mewujudkan doa tersebut melalui ikhtiar agar doa tersebut dapat terkabul. Di titik inilah tanggung jawab besar seorang tua.

Sebagai contoh, apabila ada orang tua yang memberikan nama kepada anaknya agar kelak anaknya menjadi seorang pemimpin maka selama mendidik dan mengasuh anak ikhtiar yang dilakukan diupayakan agar dapat memiliki karakter tersebut. Hal ini perlu kita renungi bersama. Sudah sepatutnya kah kita memberi nama anak dengan diiringi dengan ikhtiar tersebut? Urusan orang tua tidak berhenti saat memberikan nama kepada anak. Memberikan nafkah materil maupun moril. Namun mengupayakan agar doa yang melekat kepada anak tersebut dapat dijabah oleh yang maha kuasa.

Leuven, Januari 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s